TINGKAT KEMATANGAN GONAD PADA IKAN

TINGKAT KEMATANGAN GONAD PADA IKAN

KEMATANGAN GONAD PADA IKAN
Kematangan gonad ikan pada umumnya adalah tahapan pada saat perkembangan gonad sebelum memijah. Selama proses reproduksi, sebagian energi dipakai untuk perkembangan gonad. Bobot ikan akan mecapai maksimum sesaat ikan akan memijah kemudian akan menurun dengan cepat selama proses pemijahan berlangsung sampai selesai. Menurut Effendie (2002), pertambahan bobot gonad ikan betina pada saat stadium matang gonad dapat mencapai 10 – 25 % dari bobot tubuh, dan pada ikan jantan 5-10 %. Lebih lanjut dikemukakan bahwa semakin bertambahnya tingkat kematangan gonad, telur yang ada dalam gonad akan semakin besar. Pendapat ini diperkuat oleh Kuo et al (1979) bahwa kematangan gonad ikan dicirikan dengan perkembangan diameter rata-rata telur dan pola distribusi ukuran telurnya
1. Tingkat Kematangan Gonad (TKG) Kepiting Bakau (Scylla serrata)
TKG Kelamin Jantan Kelamin Betina
1.      Secara morfologi, bentuk gonad seperti benang tipis yang mengisi sisi lengkungan karapas berwarna putih, secara histologi, banyak dijumpai Spermatogonia yang mengalami pembelahan mitosis, Secara morfologi, bentuk gonad memanjang di sisi lekungan karapas, agak lunak berwarna putih pucat. Secara histologi terdapat oogonia dalam jumlah yang banyak dengan sedikit oosit I
2.      Secara morfologi, bentuk gonad sudah memanjang, cabang-cabang membesar dan menyusup ke otot dan jaringan pengikat, berwarn aputih pucat . Secara histologi, ditemukan lebih spermatid Secara morfologi, bentuk gonad bertambah besar mengisi hampir semua permukaan dorsal chepalotorax: terdiri dari 2 warna putih pucat dan agak jingga. Secara histologi, sudah banyak di temukan oosit I dan sedikit oogonia dan oosit II pada bagian gonad yang hampir matang
3.      Secara morfologi, bentuk gonad membengkak di bawah karapas dan menyelubungi saluran pencernaan, warna tetap putih pucat. Secara histologi, ditemukan spermatid dalam jumlah banyak Secara morfologi, gonad makin membengkak, permukaannya tidak rata dan pelebarannya sampai menutupi saluran pencernaan dan insang, wanra dominan kuning jingga. Secara histologi, ditemukan sejumlah besar oosit II dan sedikit oosit I
4.      IV Untuk tahap ini belum ditemukan sampelnya Secara morfologi, bentuk gonad makin mengecil lagi dan warna kembali memucat.
5.      Secara histologi, banyak terdapat oosit II yang sudah dikeluarkan pada waktu memijah.
sumber : http://ardiesonata.blogspot.com/2012/03/science_08.html