Komodo adalah hewan purba yang di mata wisatawan sudah identik dengan Indonesia. Namun para wisatawan kini mulai melirik Filipina. Rupanya di sana juga ada komodo. Seperti apa komodo Filipina dan di mana ditemukannya? Tahun 2010 lalu para ilmuwan menemukan jenis kadal raksasa di hutan tropis sebelah utara Pulau Luzon, Filipina. Kadal raksasa sepanjang 2 meter ini adalah pemakan buah, dan punya sisik berwarna cerah. Namanya Varanus bitatawa, yang masih jadi kerabat spesies komodo di Indonesia si Varanus komodoensis. Penemuan itu tentunya mencengangkan, mengingat Luzon adalah pulau yang paling padat penduduk di Filipina. Ibukota negara tersebut, Manila, juga berada di pulau yang sama. Beruntung kadal raksasa ini tinggal di wilayah Pegunungan Sierra Madre, yang belum terjamah pemukiman. Walaupun baru ditemukan beberapa tahun lalu, rupanya Varanus bitatawa sudah dikenal baik oleh suku pedalaman setempat. Bahkan, entah sejak kapan kadal raksasa ini diburu untuk dimakan dagingnya. “Selama berabad-abad manusia memburu mereka. Mereka melihat dan mendengar keberadaan manusia sebelum kita melihatnya. Mereka lari dengan sangat cepat ke atas pohon sebelum kita datang,” tutur Rafe Brown, ilmuwan dari University of Kansas, seperti dilansir dari Mail Online yang dikutip detikTravel, Selasa (15/1/2012). Para ilmuwan percaya, Varanus bitatawa adalah salah satu hal yang belum tereksplor dari Filipina. Sisi terangnya, kadal raksasa ini bisa memperkuat keinginan penggiat konservasi untuk mempertahankan hutan tropis di kawasan tersebut. “Ia (Varanus bitatawa) hidup di atas pohon, jadi tidak bisa lebih besar ukurannya dari komodo (di Indonesia). Komodo adalah spesies kadal raksasa yang pemakan daging,” tambah Brown. Walaupun kemungkinan melihat hewan ini cukup kecil, tak ada larangan bagi wisatawan yang ingin mencobanya. Wisatawan yang penasaran harus trekking menyusuri Pegunungan Sierra Madre yang melintasi 10 provinsi di antaranya Aurora, Bulacan, Isabela, Laguna dan Quirino. Dibutuhkan persiapan yang matang, karena Anda akan berada di kawasan hutan selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Tubuh yang fit, peta dan GPS, serta peralatan dan perlengkapan trekking pun harus memadai. Siap bertemu kembaran komodo di Filipina?.(*)