yang kita ketahui bahwa dalam berbicara perlulah kita berhati-hati karena ada pepatah mengatakan “luka luar bisa di obati dengan obat luka tetapi jika obat hati lama sembuh dan mungkin bisa mengendap bertahun-tahun” astafirullah.
Allah Ta’ala berfirman,


مَا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

“Tiada suatu ucapan pun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (Qaf: 18).

dari firman terbebut sudah jelas betapa malakikat terus mengawasi kita dimanapun berada terutama lisan kita yang bagaikan pedang tajam yang siap menyerang ataupun bisa mententramkan orang. tergantung kita sendiri mau apa dengan senjata itu.

Lisan merupakan salah satu ayat-ayat Allah. Dia berfirman,

وَلِسَاناً وَشَفَتَيْنِ وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ

“Lidah dan dua buah bibir. Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan.” (Al-Balad: 9-10).

Lisan adalah raja atas semua anggota tubuh. Semua tunduk dan patuh kepadanya. Jika ia lurus, niscaya semua anggota tubuh ikut lurus. Jika ia bengkok, maka bengkoklah semua anggota tubuh.

begitupun kutpan kutbah di suatu mesjid juga menceritakan lisan merupakana raja seluruh tubuh. oleh karena itu marilah kita menjaga lisan kita agar tidak menyakiti orang yang kita sakiti. oleh sebab itu mulut kita haruslah selalu berzikir selalu.