Pernah kah anda menkoreksi atau merefisi lisan anda atau kata-kata anda hari ini? ya mungkin kita merasa tidak perduli dengan itu, karena itu sudah lalu. Tapi tahukah anda jika anda hari ini sudah menyakiti berapa orang . Ya jawabanya pasti tidak tau. Itulah kita terkadang berbicara dengan nafsu bukan pake otak dan hati nurani. Kenapa tidak selama kita lihat berbicara asal ceplos asalkan hati itu puas mengungungkapakan taupun membuat lulucon yang penting bikin ketawa, tetapi tidak melihat apakah ada orang yang tersakiti atau ada lagi memanggil orang dengan kata yang tidak pantas atau tidak sesuai dengan namanya terkadang membuat orang tersebut sakit hati ya memang tidak diungkapkan secara langsung karena semua orang berbeda, tetapi anda tahukah orang tersebut sakit? Apakan anda tetap tidak perduli ? Jika kita renungkan memang mengirikan lisan itu. ada pepatah berkata “luka luar bisa disembuhkan tetapi luka hati siapa yang menyembuhkan? Bisa lama sembunh atau mungkin akan mengendap selamanya di hati orang yang sakit hati.

Ya kita renungkan kembali kata” yang keluar apakah sudah menyakiti orang hari ini. Dalam al quran sungguh lisan itu sangat berbahaya sampai-samapai malaikat pun ditugaskan untuk menjaga lisan mu yang keluar.
“Tiada suatu ucapan
pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya
malaikat pengawas yang selalu hadir,” (QS Qaaf
[50]: 18).

masih kah anda berbuat menyakiti orang sugguh hina jika masih tidak bisa menjaga lisan anda?
Jika anda bisa menjaga lisan ada upahnya adalah surga
“Dari Sahl bin Sa’d, dari Rasulullah saw, beliau
bersabda: ‘Siapa yang mau menjamin untukku
bahwa ia akan menjaga organ antara dua rahang dan dua kakinya, maka aku jamin surga
baginya’,” (HR Bukhari [6474]).

Bagaimana apakah masih ingin menyakiti orang ? Lihat diri anda liat siapa, lihat orang yang anda sakiti. Dan rasakan jika anda di pihak dia dia jangan hanya diri sendiri dilihat diri orang lain yang anda sakiti lihat dan renungkan, jika anda metcepat atau lambat anda teman anda akan menjauhi anda.

percuma saja jika anda shalat tetapi lisan anda tidak dijaga. Atau malah shlata anda bermasalah tidak khusuk karena
“Shalat itu adalah tiang agama (Islam), maka
barangsiapa mendirikannya maka sungguh ia telah
mendirikan agama (Islam) itu dan barangsiapa
merobohkannya maka sungguh ia telah merobohkan
agama (Islam) itu,” (Baihaqi).

Tidak mungkin jika shalat kita benar tingkah laku kita buruk mungkin bermasalah shalat kita sebaiknya kita mengkoreksi shalat kita agar menjadi hidup yang baik.