Jadilah pembaca dan pengcopy yang baik dengan mencantumkan sumber yang anda ambil . budayakan tidak untuk menjadi plagiat/plagiator.
terima kasih sudah berkunjung dan beretika dalam berblog.

(Elfian Permana)

 

LAPORAN PRAKTIKUM
“Analisa Bahan-Bahan Kimia”
KIMIA

Disusun Oleh :
ELFIAN PERMANA
D41121609
Budidaya Peraiaran

Program Pendidikan D4 Pengembangan Dan Pemberdayaan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Pertanian Vedca Cianjur
Joint
POLITEKNIK NEGERI JEMBER
2013

KATA PENGANTAR

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيم ِ

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah berkesempatan dalam  memberikan limpahan kesehatan, rahmat dan karunia-Nya sehingga makalah yang berjudul “Analisa Bahan-bahan kimia ini dapat diselesaikan dengan baik.

Makalah ini disusun dalam hal tugas Mata Kuliah Fisiologi Hewan Air. Atas tersusunnya makalah ini, penulis ucapkan terimakasih kepada :

  1. Dr.Ir. Sahirman MP , Wawan Karwani Dan
  2. Kedua orang tua tercinta yang selalau memberikan do’a dan dukungannya`.
  3.  Semua pihak yang telah mendukung dalam penyelesaian makalah ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih terlalu banyak kekurangan. Oleh karena itu, saya harap kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak demi  makalah ini bisa lebih baik lagi. Penulis juga berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat dalam dalam hal ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Cianjur, 01 September 2013

Penulis

                                                                                          Elfian Permana

                                                                                           D41121609

DAFTAR ISI

I PENDAHULUAN.. 1

1.1. Latar Belakang. 1

1.2 Tujuan. 1

II TINJAUAN PUSTAKA.. 2

2.1 Zat Kimia. 2

2.2  Risk and Safety Statements. 2

2.2.1 Daftar frasa R. 2

2.2.2. Daftar frasa S. 6

2.2.3 Simbol-simbol bahan Kimia yang menyatakan sifat bahan kimia tersebut. 9

III METEDOLOGI 16

3.1. Waktu dan tempat. 16

3.2 Alat dan bahan. 16

3.2.1 Alat. 16

3.2.2 Bahan. 16

3.3. 16

IV HASIL DAN PEMBAHASAN.. 17

4.1 Hasil 17

4.2 Pembahasan. 22

V KESIMPULAN DAN SARAN.. 23

5.1 Kesimpulan. 23

5.2 Saran. 23

TINJAUAN PUSTAKA.. 24

I PENDAHULUAN

1.1.      Latar Belakang

Dalam sebuah kehidupan kita tidak bisa lepas yang namanya bahan kimia dari bangun tidur sampai tidur kembali contohnya sabun mandi,sikat gigi,bahan bakar motor, dll. Semua itu berguna dalam sebuah kehidupan Kita sehari-hari tetapi ada beberapa bahan kimia yang berbahaya apabila terkena tangan maupun terkena benda padat. Bahan kimia tersebut terdapat senyawa kimia. Semua cuplikan suatu senyawa memiliki komposisi yang sama; yaitu bahwa semua cuplikan memiliki proporsi yang sama, berdasarkan massa, dari unsur yang terdapat dalam senyawa tersebut”. (Joseph Proust, 1800)

oleh karena itu sesorang harus mengetahui bahan kimia itu fungsi,dampak dan pencegahannya terutama pada seseorang Sebelum melakukan praktek agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan terjadi,jadi waktu akan melakukan praktek harus mengetahui atau mengenal alat-alat dan bahan kimia besrta fungsinya.

Peraturan tentang Bahan Berbahaya (Ordinance on Hazardeous Substances) adalah suatu aturan untuk melindungi/menjaga bahan- bahan berbahaya dan terutama terdiri dari bidang keselamatan kerja. Arah Peraturan tentang Bahan Berbahaya (Ordinance on Hazardeous Substances) untuk klasifikasi, pengepakan dan pelabelan bahan   kimia adalah valid untuk semua bidang, area dan aplikasi, dan tentu saja , juga untuk lingkungan, perlindungan konsumer dan kesehatan manusia.

1.2 Tujuan

  • Untuk Mengetahui bahan kimia
  • Untuk mengetahui resiko bahan kimia
  • Mengetahui antiifasi dampak dari bahan kimia
  • Mengenali bahan kimia

II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Zat Kimia

Air dan uap adalah bentuk yang berbeda dari zat kimia yang sama. Zat kimia adalah semua materi dengan komposisi kimia tertentu . Sebagai contoh, suatu cuplikan air memiliki sifat yang sama dan rasio hidrogen terhadap oksigen yang sama baik jika cuplikan tersebut diambil dari sungai maupun dibuat di laboratorium. Suatu zat murni tidak dapat dipisahkan menjadi zat lain dengan proses mekanis apapun . Zat kimia yang umum ditemukan sehari-hari antara lain adalah air, garam (natrium klorida), dan gula (sukrosa). Secara umum, zat terdapat dalam bentuk padat, cair, atau gas, dan dapat mengalami perubahan fase zat sesuai dengan perubahan temperatur atau tekanan.

Konsep mengenai zat kimia terbentuk jelas pada akhir abad ke-18 dengan karya kimiawan Joseph Proust mengenai komposisi beberapa senyawa kimia murni [3]. Ia menyatakan “Semua cuplikan suatu senyawa memiliki komposisi yang sama; yaitu bahwa semua cuplikan memiliki proporsi yang sama, berdasarkan massa, dari unsur yang terdapat dalam senyawa tersebut”. Ini dikenal sebagai hukum komposisi tetap, dan merupakan salah satu dasar dari kimia modern.

2.2  Risk and Safety Statements (Frase- S Dan Frase-R)

Pernyataan Risiko dan Keselamatan (Bahasa Inggris: Risk and Safety Statements) adalah sebuah sistem untuk menandai zat kimia dan senyawa-senyawa berbahaya. Pernyataan R/S dari suatu zat kimia terdiri bagian Risiko (Risk, R) dan bagian Keselamatan (Safety, S), dan diikuti oleh kombinasi angka-angka. Setiap angka mewakili sebuah frasa, yang menunjukkan risiko dan petunjuk keselamatan dari senyawa tersebut

2.2.1 Daftar frasa R

Frasa R (singkatan dari Bahasa Inggris: Risk phrases) didefinisikan dalam Annex III Directive 67/548/EEC Uni Eropa: Ciri-ciri risiko khusus yang terdapat pada bahan-bahan dan perparat berbahaya. Daftar ini disusun dan dipublikasikan ulang di Directive 2001/59/EC, di mana terjemahan ke dalam bahasa-bahasa Uni Eropa lainnya dapat ditemukan.

R1

Mudah meledak bila kering

R2

Berisiko meledak jika ada guncangan, gesekan, api atau sumber api lain.

R3

Berisiko sangat tinggi meledak oleh guncangan, gesekan, api, atau sumber api lain

R4

Membentuk senyawa metalik mudah meledak yang sangat sensitive

R5

Pemanasan dapat menyebabkan ledakan

R6

Mudah meledak jika berkontak maupun tanpa berkontak dengan air

R7

Dapat menyebabkan kebakaran

R8

Kontak dengan bahan mudah terbakar memungkinkan terjadinya kebakaran

R9

Mudah meledak jika bercampur dengan bahan yang mudah terbakar

10

Mudah menyala

11

Sangat mudah menyala

12

Sangat mudah sekali menyala

R

14

Bereaksi hebat dengan air

15

Kontak dengan air menghasilkan gas yang sangat mudah sekali menyala.

16

Mudah meledak jika bercampur dengan bahan-bahan pengoksidasi

17

Mudah menyala dengan spontan di udara

18

Dalam penggunaannya, memungkinkan terbentuknya campuran uap mudah menyala/meledak

19

Memungkinkan pembentukan peroksida yang mudah meledak

20

Berbahaya jika terhirup

21

Berbahaya jika terkena kulit

22

Berbahaya jika tertelan

23

Beracun jika terhirup

24

Beracun jika terkena kulit

25

Beracun jika tertelan

26

Sangat beracun jika terhirup

27

Sangat beracun jika terkena kulit

28

Sangat beracun jika tertelan

29

Kontak dengan air menghasilkan gas beracun

30

Dapat menjadi sangat mudah menyala dalam penggunaannya

31

Kontak dengan asam menghasilkan gas beracun

32

Kontak dengan asam menghasilkan gas yang sangat beracun

33

Bahaya efek kumulatif

34

Menyebabkan luka bakar

35

Menyebabkan luka bakar yang parah

36

Iritasi terhadap mata

37

Iritasi terhadap sistem pernapasan

38

Iritasi terhap kulit

39

Bahaya efek ireversibel yang sangat serius

40

Bukti terbatas mengenai efek karsinogenik

41

Risiko kerusakan parah pada mata

42

Dapat menyebabkan sensitisasi jika terhirup

43

Dapat menyebabkan sensitisasi jika terkena kulit

44

Risiko ledakan jika dipanaskan pada ruang tertutup

45

Dapat menyebabkan kanker

46

Dapat menyebabkan kerusakan genetik yang bersifat menurun

48

Bahaya kesehatan serius akibat paparan berkepanjangan

49

Dapat menyebabkan kanker jika terhirup

50

Sangat beracun bagi organisme akuatik

51

Beracun bagi organisme akuatik

52

Berbahaya bagi organisme akuatik

53

Dapat menyebabkan efek kerusakan jangka panjang pada lingkungan akuatik

54

Beracun bagi flora

55

Beracun bagi fauna

56

Beracun bagi organisme tanah

57

Beracun bagi lebah

58

Dapat menyebabkan efek kerusakan jangka panjang pada lingkungan

59

Berbahaya terhadap lapisan ozon

60

Dapat menurunkan kesuburan

61

Dapat menyebabkan bahaya bagi anak dalam kandungan

62

Kemungkinan risiko penurunan kesuburan

63

Kemungkinan risiko bahaya bagi anak dalam kandungan

64

Dapat menyebabkan bahaya bagi bayi yang disusui

65

Berbahaya: dapat menyebabkan kerusakan paru-paru jika tertelan

66

Paparan berulang dapat menyebabkan kulit kering atau pecah-pecah

67

Uapan dapat menyebabkan kantuk dan pening-pening

68

Kemungkinan risiko efek-efek ireversibel

2.2.2. Daftar frasa S

Frasa-S (S-phrases) didifinisikan dalam Annex IV dari Directive 67/548/EEC Uni Eropa mengenai: Anjuran keamanan yang berhubungan dengan penanganan bahan-bahan yang berbahaya. Daftar tersebut dikumpulkan dan diterbitkan kembali dalam Directive 2001/59/EC, yang di dalamnya terdapat pula terjemahan ke bahasa lain di lingkungan UE

Frasa keamanan tersebut dipakai secara internasional tidak terbatas di Eropa dan sampai saat ini terus diupayakan penyelarasan internasional secara lengkap. (Catatan: Nomor-S yang hilang menunjukkan bahwa frasa tersebut telah dihapus atau digantikan dengan frasa lain.)

S1 Tutup rapat Keep locked up
S2 Jauhkan dari anak-anak Keep out of the reach of children
S3 Simpan di tempat dingin Keep in a cool place
S4 Jauhkan dari tempat tinggal Keep away from living quarters
S5 Simpan isi dalam ….. (cairan yang sesuai, ditentukan oleh pembuat bahan) Keep contents under … (appropriate liquid to be specified by the manufacturer)
S6 Simpan isi dalam ….. (gas inert yang sesuai, ditentukan oleh pembuat bahan) Keep under … (inert gas to be specified by the manufacturer)
S7 Tutup wadah rapat-rapat Keep container tightly closed
S8 Pastikan wadah tetap kering Keep container dry
S9 Simpan wadah di tempat yang berventilasi baik Keep container in a well-ventilated place
S12 Jangan simpan dalam keadaan wadah tertutup Do not keep the container sealed
S13 Jauhkan dari makanan, minuman dan bahan makanan hewan Keep away from food, drink and animal feedingstuffs
S14 Jauhkan dari ….. (bahan yang tidak kompatibel, ditentukan oleh pembuat) Keep away from … (incompatible materials to be indicated by the manufacturer)
S15 Jauhkan dari sumber panas Keep away from heat
S16 Jauhkan dari percikan api – Dilarang merokok Keep away from sources of ignition – No smoking
S17 Jauhkan dari bahan yang mudah terbakar Keep away from combustible material
S18 Perlakukan dan buka wadah dengan hati-hati Handle and open container with care
S20 Jangan dipakai sambil makan atau minum When using do not eat or drink
S21 Jangan dipakai sambil merokok When using do not smoke
S22 Debu jangan dihisap Do not breathe dust
S23 Gas/asap/uap/sempret jangan dihisap (kalimat yang sesuai ditentukan oleh pembuat) Do not breathe gas/fumes/vapour/spray (appropriate wording to be specified by the manufacturer)
S24 Jangan kena kulit Avoid contact with skin
S25 Jangan kena mata Avoid contact with eyes
S26 Jika kena mata, cuci segera dengan air dan minta nasihat dokter In case of contact with eyes, rinse immediately with plenty of water and seek medical advice
S27 Ganti pakaian segera jika terkontaminasi Take off immediately all contaminated clothing
S28 Jika terkena kulit, cuci segera dengan banyak cairan … (ditentukan oleh pembuat ) After contact with skin, wash immediately with plenty of … (to be specified by the manufacturer)
S29 Jangan dibuang ke saluran air Do not empty into drains
S30 Jangan sekali-kali tembahkan air pada produk ini Never add water to this product
S33 Lakukan tindakan pencegahan bahaya karena listrik statik Take precautionary measures against static discharges
S35 Bahan ini dan wadahnya hanya dapat dibuang dengan cara yang aman This material and its container must be disposed of in a safe way
S36 Pakai pakaian pelindung yang sesuai Wear suitable protective clothing
S37 Pakai sarung tangan yang sesuai Wear suitable gloves
S38 Jika ventilasi tidak baik pakailah alat bantu pernapasan yang sesuai In case of insufficient ventilation wear suitable respiratory equipment
S39 Pakai pelindung mata/muka Wear eye/face protection
S40 Pakai … untuk membersihkan lantai dan benda lain yang terkena bahan ini (bahan pembersih ditentukan oleh pembuat) To clean the floor and all objects contaminated by this material use … (to be specified by the manufacturer)
S41 Asap jangan diisap jika terjadi kebakaran dan/atau ledakan In case of fire and/or explosion do not breathe fumes
S42 Pada saat pengasapan/penyempretan pakai alat pernapasan yang sesuai (kata-kata yang tepat ditentukan oleh pembuat) During fumigation/spraying wear suitable respiratory equipment (appropriate wording to be specified by the manufacturer)
S43 Jika terjadi kebakaran gunakan … (tunjukkan jenis alat pemadam kebakaran yang cocok. Jika air dapat meningkatkan risiko tambahkan — Jangan gunakan air) In case of fire use … (indicate in the space the precise type of fire-fighting equipment. If water increases the risk add – Never use water)
S45 Jika terjadi kecelakaan atau anda merasa kurang sehat cari bantuan medis secepatnya (tunjukkan labelnya bila mungkin) In case of accident or if you feel unwell seek medical advice immediately (show the label where possible)
S46 Jika tertelan cari bantuan medis secepatnya dan tunjukkan wadah atau label ini If swallowed, seek medical advice immediately and show this container or label
S47 Jaga suhu agar tidak melebihi … °C (ditentukan oleh pembuat) Keep at temperature not exceeding … °C (to be specified by the manufacturer)
S48 Jaga agar tetap basah dengan … (bahan yang sesuai ditentukan oleh pembuat) Keep wet with … (appropriate material to be specified by the manufacturer)
S49 Simpan hanya dalam wadah yang asli Keep only in the original container
S50 Jangan dicampur dengan … (ditentukan oleh pembuat) Do not mix with … (to be specified by the manufacturer)
S51 Pakai hanya ditempat dengan ventilasi yang baik Use only in well-ventilated areas
S52 Tidak dianjurkan pemakaian bahan ini untuk interior dengan luasan besar Not recommended for interior use on large surface areas
S53 Hindari paparan – baca petunjuk khusus sebelum pemakaian Avoid exposure – obtain special instructions before use
R57 Beracun bagi lebah
R58 Dapat menyebabkan efek kerusakan jangka panjang pada lingkungan
R59 Berbahaya terhadap lapisan ozon
R60 Dapat menurunkan kesuburan
R61 Dapat menyebabkan bahaya bagi anak dalam kandungan
R62 Kemungkinan risiko penurunan kesuburan
R63 Kemungkinan risiko bahaya bagi anak dalam kandungan
R64 Dapat menyebabkan bahaya bagi bayi yang disusui
R65 Berbahaya: dapat menyebabkan kerusakan paru-paru jika tertelan
R66 Paparan berulang dapat menyebabkan kulit kering atau pecah-pecah
R67 Uapan dapat menyebabkan kantuk dan pening-pening
R68 Kemungkinan risiko efek-efek ireversibel

2.2.3 Simbol-simbol bahan Kimia yang menyatakan sifat bahan kimia tersebut

2.2.3.1. Explosive (bersifat mudah meledak)

Bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya „explosive“ dapat meledak dengan pukulan/benturan, gesekan, pemanasan, api dan sumber nyala lain bahkan tanpa oksigen atmosferik. Ledakan akan dipicu oleh suatu reaksi keras dari bahan. Energi tinggi dilepaskan dengan propagasi gelombang udara yang bergerak sangat cepat. Resiko ledakan dapat ditentukan dengan metode yang diberikan dalam Law for Explosive Substances Di laboratorium, campuran senyawa pengoksidasi kuat dengan bahan mudah terbakar atau bahan pereduksi dapat meledak . Sebagai contoh, asam nitrat dapat menimbulkan ledakan jika bereaksi dengan beberapa solven seperti aseton, dietil eter, etanol, dll. Produksi atau bekerja dengan bahan mudah meledak memerlukan pengetahuan dan pengalaman praktis maupun keselamatan khusus. Apabila bekerja dengan bahan-bahan tersebut kuantitas harus dijaga sekecil/sedikit mungkin baik untuk penanganan maupun persediaan/cadangan. Frase-R untuk bahan mudah meledak : R1, R2 dan R3.

Bahaya : eksplosif pada kondisi tertentu

Contoh : ammonium nitrat, nitroselulosa, TNT

Keamanan : hindari benturan, gesekan, loncatan api, dan panas

2.2.3.2 Oxidizing (pengoksidasi)

Bahan-bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya “oxidizing“ biasanya tidak mudah terbakar. Tetapi bila kontak dengan bahan mudah terbakar atau bahan sangat mudah terbakar mereka dapat meningkatkan resiko kebakaran secara signifikan. Dalam berbagai hal mereka adalah bahan anorganik seperti garam (salt-like) dengan sifat pengoksidasi kuat dan peroksida-peroksida organik.Frase-R untuk bahan pengoksidasi : R7, R8 dan R9.

Bahaya : oksidator dapat membakar bahan lain, penyebab

timbulnya api atau penyebab sulitnya pemadaman api

Contoh : hidrogen peroksida, kalium perklorat

Keamanan : hindari panas serta bahan mudah terbakar dan reduktor

2.2.3.3 Flammable (mudah terbakar)

Jenis bahaya flammable dibagi menjadi dua yaitu Extremely flammable (amat sangat mudah terbakar) dan Highly flammable (sangat mudah terbakar. Untuk Bahan-bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya “extremely flammable “ merupakan likuid yang memiliki titik nyala sangat rendah (di bawah 0 0C) dan titik didih rendah dengan titik didih awal (di bawah +350C). Bahan amat sangat mudah terbakar berupa gas dengan udara dapat membentuk suatu campuran bersifat mudah meledak di bawah kondisi normal. Frase-R untuk bahan amat sangat mudah terbakar adalah R12. Sedangkan untuk Bahan dan formulasi ditandai dengan notasi bahaya ‘highly flammable’ adalah subyek untuk self-heating dan penyalaan di bawah kondisi atmosferik biasa, atau mereka mempunyai titik nyala rendah (di bawah +21 0C). Beberapa bahan sangat mudah terbakar menghasilkan gas yang amat sangat mudah terbakar di bawah pengaruh kelembaban. Bahan-bahan yang dapat menjadi panas di udara pada temperatur kamar tanpa tambahan pasokan energi dan akhirnya terbakar, juga diberi label sebagai ‘highly flammable’. Frase-R untuk bahan sangat mudah terbakar yaitu R11.

Bahaya : mudah terbakar

Meliputi :zat terbakar langsung, contohnya aluminium alkil fosfor; keamanan : hindari campuran dengan udara.

Gas amat mudah terbakar. Contoh : butane, propane. Keamanan : hindari campuran dengan udara dan hindari sumber api.

Zat sensitive terhadap air, yakni zat yang membentuk gas mudah terbakar bila kena air atau api.

Cairan mudah terbakar, cairan dengan titik bakar di bawah 21 0C. contoh : aseton dan benzene. Keamanan : jauhkan dari sumber api dan loncatan bunga api.

2.2.3.5 Toxic (beracun)

Bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya ‘toxic’ dapat menyebabkan kerusakan kesehatan akut atau kronis dan bahkan kematian pada konsentrasi sangat tinggi jika masuk ke tubuh melalui inhalasi, melalui mulut (ingestion), atau kontak dengan kulit.

Bahaya : toksik; berbahaya bagi kesehatan bila terhisap, terteln atau

kontak dengan kulit, dan dapat mematikan.

Contoh : arsen triklorida, merkuri klorida

Kemananan : hindari kontak atau masuk dalam tubuh, segera berobat ke

dokter bila kemungkinan keracunan.

2.2.3.5 Harmful Irritant (bahaya iritasi)

Ada sedikit perbedaan pada symbol ini yaitu dibedakan dengan kode Xn dan Xi. Untuk Bahan dan formulasi yang ditandai dengan kode Xn memiliki resiko merusak kesehatan sedangkan jika masuk ke tubuh melalui inhalasi, melalui mulut (ingestion), atau kontak dengan kulit.

Frase-R untuk bahan berbahaya yaitu R20, R21 dan R22

Sedangkan Bahan dan formulasi dengan notasi ‘irritant’ atau kode Xi adalah tidak korosif tetapi dapat menyebabkan inflamasi jika kontak dengan kulit atau selaput lendir. Frase-R untuk bahan irritant yaitu R36, R37, R38 dan R41.

2.2.3.6 Kode Xn (Harmful)

Bahaya : menimbulkan kerusakan kecil pada tubuh,

Contoh : peridin

Kemanan : hindari kontak dengan tubuh atau hindari menghirup,

segera berobat ke dokter bila kemungkinan keracunan.

Kode Xi (irritant)

Bahaya : iritasi terhadap kulit, mata, dan alat pernapasan

Contoh : ammonia dan benzyl klorida

Keamanan : hindari terhirup pernapasan, kontak dengan kulit dan

mata.

Corrosive (korosif)

Bahan dan formulasi dengan notasi ‘corrosive’ adalah merusak jaringan hidup. Jika suatu bahan merusak kesehatan dan kulit hewan uji atau sifat ini dapat diprediksi karena karakteristik kimia bahan uji, seperti asam (pH <2)>11,5), ditandai sebagai bahan korosif. Frase-R untuk bahan korosif yaitu R34 dan R35.

Bahaya : korosif atau merusak jaringan tubuh manusia

Contoh : klor, belerang dioksida

Keamanan : hindari terhirup pernapasan, kontak dengan kulit dan

mata

2.2.3.7 Dangerous for Enviromental (Bahan berbahaya bagi lingkungan)

Bahan dan formulasi dengan notasi ‘dangerous for environment’ adalah dapat menyebabkan efek tiba-tiba atau dalam sela waktu tertentu pada satu kompartemen lingkungan atau lebih (air, tanah, udara, tanaman, mikroorganisma) dan menyebabkan gangguan ekologi. Frase-R untuk bahan berbahaya bagi lingkungan yaitu R50, R51, R52 dan R53.

Bahaya : bagi lingkungan, gangguan ekologi

Contoh : tributil timah klorida, tetraklorometan, petroleum bensin

Keamanan : hindari pembuangan langsung ke lingkungan

III METEDOLOGI

3.1. Waktu dan tempat

Pratikum Analisa Bahan Kimia di laksanakan pada hari Senin, 26 Agustus 2013. Tempat pelaksanaan pratikum di Laboraturium Biologi PPPPTK Pertanian Cianjur, Jawa Barat Indonesia.

3.2 Alat dan bahan

            3.2.1 Alat

  • Alat tulis
  • Kertas
  • Bahan-bahan kimia

            3.2.2 Bahan

3.3 Langkah Kerja

  • Analisis bahan kimia pada luar botolnya
  • Amati kode pada botol kimia tersebut
  • Bandingan dengan tabel kimia yang sudah disediakan
  • Cacat hasil pembanding tersebut dibuku.

IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

Nama Bahan kimia                           : Kaliumhydroxid platzehen

Rumus Molekul                                                : KOH

Berat molekul                                    : 56,11 g/mol

Phose/warna                                     :  Putih kristal

Fase R Kode Arti                               : R35      Menyebabkan luka bakar yang parah

Fase S kode Arti                                                : S2         Jauhkan dari anak-anak

S26       Jika kena mata, cuci segera dengan air dan minta nasihat dokter

S37        Pakai sarung tangan yang sesuai

Simbol Kode Arti

CORROSIVE

Bahan kimia bersifat korosif,  dapat merusak jaringan hidup, menyebabkan iritasi pada kulit, gatal-gatal bahkan dapat menyebabkan kulit mengelupas.

Nama Bahan kimia                           : Benzoid Acid

Rumus Molekul                                                : C6H6O2

Berat molekul                                    : 122,12 g/mol

Phose/warna                                     : Putih

Fase R Kode Arti                               :  R22     Berbahaya jika tertelan

R36       Iritasi terhadap mata

Fase S kode Arti                                                : S24       Jangan kena kulit

Simbol Kode Arti

HARMFUL

Bahan kimia dapat menyebabkan iritasi, luka bakar pada kulit, berlendir, mengganggu sistem pernafasan bila kontak dengan kulit, dihirup atau ditelan. Misal NaOH, C6H5OH, Cl2

Nama Bahan kimia                           : Bariumchlorid dihydrat

Rumus Molekul                                                : BaCl2.2H2O

Berat molekul                                    : 244,28 g/mol

Phose/warna                                     : putih / butiran pasir

Fase R Kode Arti                               : R22      Berbahaya jika tertelan

R20       Berbahaya jika terhirup

Fase S kode Arti                                                : S28       Jika terkena kulit, cuci segera dengan banya

Cairan

Simbol Kode Arti

HARMFUL

Bahan kimia dapat menyebabkan iritasi, luka bakar pada kulit, berlendir, mengganggu sistem pernafasan bila kontak dengan kulit, dihirup atau ditelan.

Nama Bahan kimia                           : Napthol

Rumus Molekul                                                : C10h8O

Berat molekul                                    : 144,17 g/mol

Phose/warna                                     : Cair

Fase R Kode Arti                               : R21      Berbahaya jika terkena kulit

R22        Berbahaya jika tertelan

R36        Iritasi terhadap mata

R38        Iritasi terhap kulit

Fase S kode Arti                                                : S22       Debu jangan dihisap

S28       Jika terkena kulit, cuci segera dengan banyak

Cairan

Simbol Kode Arti

HARMFUL

Bahan kimia dapat menyebabkan iritasi, luka bakar pada kulit, berlendir, mengganggu sistem pernafasan bila kontak dengan kulit, dihirup atau ditelan.

Nama Bahan kimia                           : Silbernitrat

Rumus Molekul                                                : AgNO3

Berat molekul                                    : 169,87 g/mol

Phose/warna                                     : cair

Fase R Kode Arti                               : R8         Kontak dengan bahan mudah terbakar

memungkinkan  terjadinya kebakaran

: R34      Menyebabkan luka bakar

Fase S kode Arti                                                : S8         Pastikan wadah tetap kering

Simbol Kode Arti

CORROSIVE

Bahan kimia bersifat korosif,  dapat merusak jaringan hidup, menyebabkan iritasi pada kulit, gatal-gatal bahkan dapat menyebabkan kulit mengelupas.

Nama Bahan kimia                           : Batrium hydroxid platzchen

Rumus Molekul                                                : NaOH

Berat molekul                                    : 40.00 gr/mol

Fase R Kode Arti                               : R35      Menyebabkan luka bakar yang parah

Fase S kode Arti                                                : S35       Bahan ini dan wadahnya hanya dapat dibuang

dengan  Cara yang aman

Simbol Kode Arti

CORROSIVE

Bahan kimia bersifat korosif,  dapat merusak jaringan hidup, menyebabkan iritasi pada kulit, gatal-gatal bahkan dapat menyebabkan kulit mengelupas.

Nama Bahan kimia                           : formldehyde solution

Rumus Molekul                                                : HCHO

Berat molekul                                    : 30,0 gr/mol

Fase R Kode Arti                               : R23      Beracun jika terhirup

R24       Beracun jika terkena kulit

R25       Beracun jika tertelan

Fase S kode Arti                                                : S25       Jangan kena mata

S36       Pakai pakaian pelindung yang sesuai                       :               Simbol Kode Arti

TOXIC

Bahan kimia bersifat racun,  dapat menyebabkan kematian atau sakit yang serius bila Masuk ke dalam tubuh melalui pernafasan, menghirup uap, bau atau debu, atau penyerapan melalui kulit. Misal CCl4, H2S, C6H6

Nama Bahan kimia                           : Silabel nitrat

Rumus Molekul                                                : AgNO3

Berat molekul                                    : 169,87 gr/mol

Phose/warna                                     : Putih Butiran Pasir

Fase R Kode Arti                               : R8         Kontak dengan bahan mudah terbakar

memungkinkan terjadinya kebakaran

R34       Menyebabkan luka bakar

Fase S kode Arti                                                :  S2        Jauhkan dari anak-anak

S26      Jika kena mata, cuci segera dengan air dan

Minta nasihat dokter

Simbol Kode Arti

OXIDISING

Bahan kimia bersifat pengoksidasi, dapat menyebabkan kebakaran dengan menghasilkan panas saat kontak dengan bahan organik, bahan pereduksi, dll.

Nama Bahan kimia                           : Kalium dihydrogen phospat

Rumus Molekul                                                : KH2PO4

Berat Molekul                                   : 136,09 g/mol

Phose/warna                                     : Putih

Fase R Kode Arti                               : –

Fase S kode Arti                                                : –

Simbol Kode Arti                              : –

4.2 Pembahasan

Dari pengamatan hingga pencatatan diketahu identifikasinya hampir semua bahan berbahaya bagi kulit hingga yang tebih parah iritasi.  Sala satu bahan yang diamati

Kaliumhydroxid platzehen

Phose/warna                                             :  Putih Kristal

Berwarna putih dan berbentuk seperti keristal butiran-butiran halus

Fase R Kode Arti                       : R35                Menyebabkan luka bakar yang parah

Arti dari kode r adalah dampak yang diakibatkan dari bahan kima tersebut yang mampu membuat luka bakar pada kulit.

Fase S kode Arti                                        : S2         Jauhkan dari anak-anak

S26       Jika kena mata, cuci segera dengan air dan minta nasihat dokter

S37        Pakai sarung tangan yang sesuai

Arti dari kode S yaitu mencegah atau menghindari untuk agar tidak mengakibatkan hal yang tidak dinginkan seperti didalam kode R

Simbol Kode Arti

CORROSIVE

Bahan kimia bersifat korosif,  dapat merusak jaringan hidup, menyebabkan iritasi pada kulit, gatal-gatal bahkan dapat menyebabkan kulit mengelupas.

Ini yang terjadi akibat dari bahan kimia yang di amati pada laboratorium yang berada pada cover botol bahan kimia tersebut.

V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa tidak semua bahan kimia aman untuk di pakai akan tetapi bahan  kimia juga berdampak berbahaya kepada kesehatan dan lebih parahnya luka bakar dll,. Fase R adalah akibatnya dan fase S adalah tata cara atau yang mengatisipasi apabila terkena bahan kimia tersebut.

5.2 Saran

Harus berhati-hati dalam menggunakan bahan kimia dan harus memperhtikan kode S pada suatu bahan kimia tersebut kode R untuk apakah yang terjadi jika terkena bahan tersebut.

TINJAUAN PUSTAKA

http://bethpanjaitan.blogspot.com/2012/03/simbol-simbol-bahan-kimia-yang.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_frasa_S

http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_frasa_R

http://id.wikipedia.org/wiki/Pernyataan_Risiko_dan_Keselamatan