I PEMBAHASAN

Pembenihan adalah salah satu bentuk unit pengembangan budidaya ikan. Pembenihan ini merupakan salah satu titik awal untuk memulai budidaya. Ikan yang akan dibudidayakan harus dapat tumbuh dan berkembang biak agar kontinuitas produksi budidaya dapat berkelanjutan.Untuk dapat menghasilkan benih yang bermutu dalam jumlah yang memadai dan waktu yang tepat mesti diimbangi dengan pengoptimalan penanganan indukdan larva yang dihasilkan melaluipembenihan yang baik dan berkualitas.

Dalam hal pembenihan Pegamatan terhadap aspek aspek biologis spesies ikan merupakan hal yang sangat penting untuk mengetahui tingkah laku dan cara makan ikan tersebut. Ikan memiliki beberapa organ dalam antara lain : otak, insang, mulut, esofagus, jantung, hati, lambung renang, lambung, usus dan anus. Sehingga struktur anatomi mulut erat kaitannya dengan cara mendapatkan makanan. Otak merupakan salah satu organ yang sangat penting fungsinya bagi ikan. Otak terdapat pada susunan saraf pusat. Otak ikan dapat dibagi menjadi lima bagian yaitu telecephalon, diencephalon, mesencephalon, metencephalon dan myelencephalon.
Otak juga tempat menrespektor untuk terciptanya hormone untuk kepentingan reproduksi pada jenis. Ikan lele bersifat noctural, yaitu aktif bergerak mencari makanan pada malam hari. Pada siang hari, ikan lele berdiam diri dan berlindung di tempat-tempat gelap. Di alam ikan lele memijah pada musim penghujan ( Suyanto, 1991). Sehingga pemijahan ikan ini terkendala akanmusim, untuk itu pemenuhan akan bibit ikan lele yang bermutu dan sesuai dengan waktu akansulit terpenuhi.Salah satu cara mengatasi masalah di atas dapat dengan pemijahan buatan pada ikan lele.Pemijahan buatan dapat dengan pemberian hormon. Pemberian hormon ini akan membantufertilisasi ikan tanpa perlu terkendala musim sehingga dapat dipijahkan kapanpun sesuaikeinginan.
1.2 Tujuan
3.TUJUAN PRAKTIKUM
Setelah melakukan praktikum mengenai organ –organ reproduksi mahasiswa diharapkan mampu :
a. Melakukan pembedahan untuk pengamatan organ – organ reproduksi dan kelenjar hipofisa
b. Mengetahui organ –organ reproduksi ikan jantan teleostei
c. Mengetahui organ –organ reproduksi ikan betina teleostei
d. Mengetahui struktur hipotalamus –hipofisa dan gonad ikan

II TINJAUAN PUSTAKA
Pegamatan terhadap aspek aspek biologis spesies ikan merupakan hal yang sangat penting untuk mengetahui tingkah laku dan cara makan ikan tersebut. Ikan memiliki beberapa organ dalam antara lain : insang, mulut, esofagus, jantung, hati, lambung renang, lambung, usus anus dan terutama otak

2.1 Ikan mas
Menurut Djoko Suseno (2000), di Indonesia pertama kali ikan karper berasal dari daratan Eropa dan Tiongkok yang kemudian berkembang menjadi ikan budi daya yang sangat penting.
Sementara itu, menurut R.O Ardiwinata, (1981) ikan karper yang berkembang di Indonesia diduga awalnya berasal dari Tiongkok Selatan. Disebutkan, budi daya ikan karper diketahui sudah berkembang di daerah Galuh (Ciamis) Jawa Barat pada pertengahan abad ke-19. Masyarakat setempat disebutkan sudah menggunakan kakaban – subtrat untuk pelekatan telur ikan karper yang terbuat dari ijuk – pada tahun 1860, sehingga budi daya ikan karper di kolam di Galuh disimpulkan sudah berkembang berpuluh-puluh tahun sebelumnya.
Sedangkan penyebaran ikan karper di daerah Jawa lainnya, dikemukakan terjadi pada permulaan abad ke-20, terutama sesudah terbentuk Jawatan Perikanan Darat dari “Kementrian Pertanian” (Kemakmuran) saat itu. Dari Jawa, ikan karper kemudian dikembangkan ke Bukittinggi (Sumatera Barat) tahun 1892. Berikutnya dikembangkan di Tondano (Minahasa, Sulawesi Utara) tahun 1895, daerah Bali Selatan (Tabanan) tahun 1903, Ende (Flores, NTT) tahun 1932 dan Sulawesi Selatan tahun 1935. Selain itu, pada tahun 1927 atas permintaan Jawatan Perikanan Darat saat itu juga mendatangkan jenis-jenis ikan karper dari Negeri Belanda, yakni jenis Galisia (karper gajah) dan kemudian tahun 1930 didatangkan lagi karper jenis Frankisia (karper kaca). Menurut Djoko Suseno (2000), kedua jenis karper tersebut sangat digemari oleh petani karena rasa dagingnya lebih sedap, padat, durinya sedikit dan pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan ras-ras lokal yang sudah berkembang di Indonesia sebelumnya.
Pada tahun 1974, seperti yang dikemukakan Djoko Suseno (2000), Indonesia mengimpor ikan karper ras Taiwan, ras Jerman dan ras fancy carp masing-masing dari Taiwan, Jerman dan Jepang. Sekitar tahun 1977 Indonesia mengimpor ikan karper ras yamato dan ras koi dari Jepang. Ras-ras ikan karper yang diimpor tersebut dalam perkembangannya ternyata sulit dijaga kemurniannya karena berbaur dengan ras-ras ikan karper yang sudah ada di Indonesia sebelumnya sehingga terjadi persilangan dan membentuk ras-ras baru.Budidaya ikan mas telah berkembang pesat di kolam biasa, di sawah, waduk, sungai air deras, bahkan ada yang dipelihara dalam keramba di perairan umum. Adapun sentra produksi ikan mas adalah: Ciamis, Sukabumi, Tasikmalaya, Bogor,Garut, Bandung, Cianjur, Purwakarta

2.1.2 Klasifikasi
Dalam ilmu taksonomi hewan, klasifikasi ikan mas adalah sebagai berikut:
Kelas : Osteichthyes
Anak kelas : Actinopterygii
Bangsa : Cypriniformes
Suku : Cyprinidae
Marga : Cyprinus
Jenis : Cyprinus carpio L.
Saat ini ikan mas mempunyai banyak ras atau stain. Perbedaan sifat dan ciri dari ras disebabkan oleh adanya interaksi antara genotipe dan lingkungan kolam, musim dan cara pemeliharaan yang terlihat dari penampilan bentuk fisik, bentuk tubuh dan warnanya.
2.2 Ikan nila
?Ikan Nila

Ikan nila betina dari Lumajang, Jawa Timur

Klasifikasi ilmiah

Kerajaan: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Osteichtyes

Ordo: Perciformes

Famili: Cichlidae

Genus: Oreochromis

Spesies: Oreochromis niloticus

Nama binomial

Oreochromis niloticus
Linnaeus, 1758

Ikan nila adalah sejenis ikan konsumsi air tawar. Ikan ini diintroduksi dari Afrika, tepatnya Afrika bagian timur, pada tahun 1969, dan kini menjadi ikan peliharaan yang populer di kolam-kolam air tawar di Indonesia sekaligus hama di setiap sungai dan danau Indonesia. Nama ilmiahnya adalah Oreochromis niloticus, dan dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Nile Tilapia.

2.3 ikan lele
Lele
Lele atau ikan keli, adalah sejenis ikan yang hidup di air tawar. Lele mudah dikenali karena tubuhnya yang licin, agak pipih memanjang, serta memiliki “kumis” yang panjang, yang mencuat dari sekitar bagian mulutnya.
Lele kampung, Clarias batrachus
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Siluriformes
Famili: Clariidae
Genus: Clarias
2.4 Hifofisa
GSH itu terdapat dan dihasilkan oleh kelenjar hipofisa atau disebut juga kelenjar pituitari. Setiap ikan (juga makhluk bertulang belakang lainnya) mempunyai kelenjar hipofisa yang terletak di bawah otak. Kelenjar hipofisa itu sangat penting fungsinya di dalam proses perkembangbiakan, ukurannya kira-kira hanya sebesar butir kacang hijau bahkan lebih kecil. Beratnya hanya 2 – 3 mg. Kelenjar hipofisa ini menghasilkan hormon GSH sejalan dengan proses kedewasaan kelamin ikannya. Pada ikan yang sudah dewasa hipofisa mengeluarkan GSH lebih banyak dibanding dengan ikan yang belum dewasa benar.
2.5 Kematangan gonad
Kematangan gonad adalah tahapan tertentu perkembangan gonad sebelum dan
sesudah memijah. Selama proses reproduksi, sebagian energi dipakai untuk
perkembangan gonad. Bobot gonad ikan akan mencapai maksimum sesaat ikan akan
memijah kemudian akan menurun dengan cepat selama proses pemijahan berlangsung
sampai selesai. Menurut Effendie (1997), umumnya pertambahan bobot gonad ikan
betina pada saat stadium matang gonad dapat mencapai 10-25 persen dari bobot tubuh
dan pada ikan jantan 5-10 persen. Lebih lanjut dikemukakan bahwa semakin
rneningkat tingkat kematangan gonad, diameter telur yang ada dalam gonad akan
menjadi semakin besar. Pendapat ini diperkuat oleh Kuo et al. (1974) bahwa
kematangan seksual pada ikan dicirikan oleh perkembangan diameter rata-rata telur dan
melalui distribusi penyebaran ukuran telurnya.
Ikan lele (Clarias batrachus) pertama kali matang kelamin pada umur satu tahun
(Chinabut et al. 1991) dengan ukuran panjang tubuh sekitar 20 cm dan ukuran berat
tubuh 100 sampai 200 gram (Mollah dan Tan 1983; Suyanto 1986). Di Thailand, ikan
lele yang hidup di alam memijah pada musim penghujan dari bulan Mei sampai
Oktober (Chinabut et al. 1991).
Perkembangan sel telur (oosit) diawali dari germ cell yang terdapat dalam
lamela dan membentuk oogonia. Oogonia yang tersebar dalam ovarium
menjalankan suksesi pembelahan mitosis dan ditahan pada “diploten” dari profase
meiosis pertama. Pada stadia, ini oogonia dinyatakan sebagai oosit primer
(Harder 1975). Oosit primer kemudian menjalankan masa tumbuh yang meliputi
dua fase. Pertama adalah fase previtelogenesis, ketika ukuran oosit membesar
akibat pertambahan volume sitoplasma (endogenous vitelogenesis), namun
belum terjadi akumulasi kuning telur. Kedua adalah fase vitelogenesis, ketika
terjadi akumulasi material kuning telur yang disintesis oleh hati, kemudian
dibebaskan ke darah dan dibawa ke dalam oosit secara mikropinositosis (Zohar,
1991; Jalabert dan Zohar, 1982). Peningkatan ukuran indeks gonad somatik atau
perkembangan ovarium disebabkan oleh perkembangan stadia oosit.

III METEDOLOGI
3.1 Waktu dan tempat
3.2 Alat dan Bahan
B.LEMBAR KERJA 2
1.JUDUL PRAKTIKUM
Pengamatan struktur anatomi organ reproduksi ikan dan kelenjer hipofisa ikan
2. waktu praktikum
Waktu yang digunakan selama praktikum selama 2 x 30 menit
4. alat dan bahan
a. alat
1) Timbangan
2) Penggaris
3) Peralatan Bedah
4) Nampan
5) Tissue
6) Lap
7) Gelas Objek
8) Lup
9) Mikroskop
b. bahan
sempel calon induk ikan jantan
sempel calon induk ikan betina

3.3 . langkah kerja
a. Siapkan peralatan dan bahan yang akan digunakan
b. Ukur panjang dan berat masing-masing ikan sempel
c. Amati cirri-ciri morpologi ( alat kelamin sekunder ikan )pada masing-masing ikan sempel.
d. Bedah bagian perut ikan secara perlahan dan hati-hati dari anus kearah sirip perut !
e. Rengangkan kedua dinding tubuh ikan pada bagian rongga perut sehingga organ terlihat jelas
f. Uraikan seluruh organ dalam ikan hingga Nampak seluruh bagian organ tampa merusak organ .
g. Amati dan identifikasi organ-organ yang berperan dalam system reproduksi (gonad,saluran reproduksi hingga genital pore),gunakan bantuan lup atau mikroskop jika diperlukan
h. Untuk pengamatan struktur hipotalamus-hipofisa lakukan pemotongan kepala ikan dan menyingkap otak ikan sehingga kelenjar hipotalamus-hipofisa terlihat dengan jelas !
i. Gambarlah /dokumentasikan bagian struktur organ hipotalamus-hipofisa ikan dan bagian –bagian yang berdekatan dengan organ tersebut!
j. Gambarlah /dokumentasikan bagian jaringan –jaringan /saluran yang berhubungan dengan organ gonad ikan !
k. Ambil saluran bagian organ,letakan pada cawan petri atau nampan ,buat potongan melintang pada bagian pangkal,tengaha dan ujung gonad.
l. Amati perbedaan pada masing-masing bagian gonad.
m. Lakukan kegiatan a-h untuk setiap sempel ikan .

IV hasil dan pembahasan
4.1 hasil

no gambar Keterangan
1 Organ sekunder ikan jantan (teleostei) Nama : ikan mas
Berat ikan :275 gr
Panjang ikan :24 cm
Cirri –morpologi
Perut ikan mengeluarkan sperma ,kelamin ikan mas mkemerah-merahan.
2 Anatomi ikan jantan /organ primer (teleostei) Nama : ikan mas
Berat ikan :17,94 gr
Panjang ikan :7 cm
Ciri morpologi
Alat kelamin merah dan alat kelamin membulat
3. Organ sekunder ikan betina (teloestei) Nama : ikan mas
Berat ikan : 225 g
Panjang ikan : 25,7 cm
Ciri morpologi :
-Perut buncit
-alat kelamin memerah

4. Anatomi ikan betina /organ primer (teleostei) Nama : ikan mas
Berat gonad : 0,28
Panjang gonad : 5 cm
Ciri morpologi :
Warnanya kemerah merahan.

5. Struktur hypothalamus-hipofisa dan gonad Organ : terletak di bawah otak
ukuran : 1 cm
Ciri ciri : seperti butiran kecil
Fungsi : sebagai rangsangan hrmon LH RH

6. Anatomi ikan jantan /organ primer (teleostei) Nama : Ikan Lele
Berat Gonad : 0,72 g
Panjang gonad : 4 cm
Ciri morpologi : warnanya putih

7 Organ skunder ikan jantan Nama : Ikan Lele
Berat ikan : 250 g
Panjang ikan : 3,3 cm
Ciri morpologi :
-Alat kelamin memerah
– bentuk kelamin membundar
8 Oran skunder ikan jantan (telostei) Nama : ikan nila
Berat ikan : 250 g
Panjang ikan : 21,5 cm
Ciri morpologi :
– Pangkal ujung kelamin memerah

9 Orang skunder ikan betina (telostei) Nama : ikan nila
Berat ikan : 21,5 g
Panjang ikan : 200 g
Ciri morpologi :
-perut membuncit
– alat kelamin memerah

10 Anatomi ikan jantan / organ primer (teloestei) Nama : Ikan Nila
Berat Gonad : 0,60 g
Panjang gonad : 7 cm
Ciri morpologi :
– Warnanya merah kehitaman – hitaman

11. Anatomi ikan betina / organ primer (teloestei) Nama : Ikan Nila
Berat Gonad :
Panjang gonad :
Ciri morpologi :
-bentuk sedikit memanjang
– berwarna kemerah merahan

Struktur hifofisa dan Struktur hifofisa dan Struktur hifofisa dan
Hypothalamus hypothalamus hypothalamus
Ikn mas ikan lele ikan nila

Gonad ikan lele dan nila gonad ikan mas

4.2 pembahasan
Hipofisa adalah suatu kelenjar endokrin yang terletak dalam sella tursika, yaitu lekukan dalam tulang stenoid. Menurut Hoar (1957), hipofisa terdiri dari dua kelenjar hipofisa yaitu neuron dan adenohypofisa yang merupakan bagian terbesar dari kelenjar danmemiliki tiga ruangan yaitu proximal pars distalis, rostal pars distalis, dan pars intermediaHipofisa terletak pada bagian bawah otak dan menghasilkan hormon GnRH, ACTH, TSH,FSH, LH, STH, MSH, Prolaktin, Vasopresin, dan Oksitosin. Secara umum, hormon tersebut berfungsi mengatur pertumbuhan, perkembangan, metabolisme, reproduksi,tingkah laku, dan homeostatis. Menurut Susanto, (2001) metode hipofisasi adalah usahauntuk memproduksi benih dengan menggunakan bantuan kelenjar hipofisa dari ikan donor yang menghasilkan hormon yang merangsang pemijahan seperti gonadotropin.