Ikan mas koki (Carassius auratus) adalah jenis ikan air tawar yang hidup di perairan dangkal yang airnya tenang dan berudara sejuk. Ikan ini digemari masyarakat karena keindahan warna, geraknya yang menggemaskan, dan bentuk tubuhnya yang unik. Berbeda dengan ikan hias lainnya, ikan mas koki termasuk ikan hias sepanjang masa. Hal ini dibuktikan dengan selalu tersedianya ikan mas koki di setiap toko penjual ikan hias, sehingga harga jual cenderung stabil.


 

Jenis-jenis Koki dan jenis gambar ikan mas koki: 

Saat ini terdapat berbagai jenis ikan mas koki jenis baru yang dijual di pasaran. Koki jenis baru ini merupakan hasil persilangan berbagai ras sehingga dihasilkan berbagai varian baru yang sangat beragam. Pada dasarnya, pembagian jenis koki dapat dibagi menjadi dua tipe, yaitu tipe top view (ikan mas koki yang keindahannya terlihat dari atas, biasanya dipelihara di dalam kolam) dan side view (koki yang keindahannya terlihat dari samping, biasanya dipelihara di dalam akuarium). Sedangkan berdasarkan bentuk dan warnanya, jumlah jenis koki sangat banyak. Saya akan memberikan beberapa jenis mas koki yang cukup popoler dan digemari masyarakat.

Pearl Scale (sisik Mutiara)

Sisik ditubuh koki ini berwarna putih, muncul kepermukaan dan bergerigi, sehingga tampak seperti mutiara. Pearl scale dibagi menjadi dua jenis, yaitu jenis yang berjambul dan jenis yang tidak berjambul. Tubuh koki jenis ini umumnya bulat, walaupun beberapa ada juga yang lonjong.

 

Koki Kepala Singa (Lion Head)

Keindahan dan keunikan ikan mas koki ini terletak pada kepalanya yang berjambul, mirip dengan kepala singa (mungkin inilah yang mendasari penamaan jenis ini). Koki ini tidak memiliki sirip di punggungnya. Tubuhnya sangat proporsional dimana tubunya tidak pendek ataupun terlalu panjang.

 

Koki Oranda

Bentuk koki oranda miripi dengan koki lion head, tetapi memiliki sirip punggung. Selain itu, ekor jenis koki ini juga lebih panjang daripada ikan mas koki jenis lion head. Warna koki oranda kuning keemasan dengan jambul kepala berwarna jingga hingga merah.

 

Koki Black Oranda

Koki jenis ini merupakan koki oranda yang memiliki warna tubuh hitam, dari ekor hingga jambul kepalanya.

 

Koki Ranchu

Koki ini termasuk jenis yang sudah cukup tua. Ditemukan di Jepang sekitar 1784. Di Jepang, koki ini paling desenangi sehingga disebut ranchu (koki ganteng). Sepintas mirip dengan lion head, tetapi tidak memiliki jambul.

 

Koki Mata Balon (Bubble Eye)

Koki ini memiliki gelembung yang menggantung di bawah kedua matanya. Gerakannya sangat lambat, dikarenakan gelembung tersebut menyulitkan dirinya untuk bergerak lebih leluasa.

 

Koki Teleskop

Koki ini dijuluki mata teropong dikarenakan bentuk matanya yang menonjol mirip dengan teropong atau teleskop.

 

Koki Mata Belo

Koki jenis ini memiliki mata yang hampir sama dengan mata koki jenis teleskop, namun bentuknya lebih besar dari koki teleskop.

 

Koki Butterfly

Sesuai dengan namanya, koki jenis ini memiliki ekor panjang yang mengembang bentuknya menyerupai kupu-kupu. Jenis ikan koki ini adalah jenis ikan koki top view dimana ikan jenis ini biasa dipelihara di kolam, sebenarnya bisa saja dipelihara di akuarium namun keindahannya kurang dapat di nikmati. Setidaknya ada dua jenis koki butterfly, yaitu butterfly hijau (green butterfly) dan butterfly hitam (black butterfly).

 

Koki Kepala Merah (Red Head)

Koki ini dinamai red head dikarenakan memiliki warna merah tepat di atas kepalanya. Koki ini terlihat lebih indah jika warna merahnyaaa tidak menyebar hingga kebadan.

 

Koki Ryun Kin

Koki ini memiliki tubuh berbentuk bulat, mirip dengan koki jenis oranda. Keistimewaan koki jenis ini adalah koki ini memiliki variasi warna yang lebih banyak daripada koki jenis lain. Salah satu koki ryu kin yang terkenal adalah koki jenis calico.

 

Tosakin

Ikan tosa ini biasanya dipelihara di kolam, karena keindahannya akan tampak jika di lihat dari atas. Keunggulan maskoki ini terdapat pada sirip ekornya yang panjang dan melebar melebihi panjang tubuhnya sendiri.

 

Pembenihan mas koki

PEMBENIHAN IKAN MAS KOKI

Pada pembenihan ikan mas koki, proses pemeliharaan induk merupakan tahapan awal yang harus dilakukan. Ikan mas koki dijadikan induk pada usia 7 bulan. Setelah diseleksi, induk dapat ditebar dan diberi pakan sehari sekali.

Sebelum dipijahkan, terlebih dahulu dilakukan sampling kematangan induk. Setelah berlangsung pemijahan, induk-induk dimasukkan ke akuarium pemeliharaan yang berbeda. Telur-telur yang dihasilkan akan menetas 3-4 hari setelah pemijahan (Kiyoku, 2011).

Menurut Budiman dan Lingga (2005), larva-larva ikan mas koki dipindahkan ke akuarium pemeliharaan setelah berumur 3-4 hari. Larva diberi pakan pada umur 4-10 hari. Benih ikan mas koki umur 10 hari ditebar ke bak pemeliharaan.

  1. Pemeliharaan Induk
  2. Persiapan wadah pemeliharaan:
  3. Ikan mas koki dapat dijadikan induk apabila sudah mencapai umur tujuh bulan.
  4. Wadah pemeliharaan ikan mas koki berupa akuarium berukuran 100 x 60 x 60 cm dan bak fiber bervolume 1000 liter.
  5. Pengisian air sebanyak 200 liter pada akuarium dan untuk bak fiber sebanyak 500 liter.
  6.   Kemudian dipasang aerasi dan heater ke dalam wadah pemeliharaan.
  1. Penebaran Induk
  2. Penebaran Induk
  • Induk pertama-tama diaklimatisasi, caranya plastik dibiarkan terbuka hingga ada pertukaran suhu dan penyesuaian air.
  • Induk diseleksi antara jantan dan betina. Penebaran induk diakuarium terpisah untuk menghindari pemijahan liar.
  • Induk ditebar diakuarium pemeliharaan 1 — 5.
  1. Pakan dan pemberian pakan induk
  • Pakan yang diberikan untuk induk adalab pakan buatan (pellet)
  • Pemberian pakan induk dilakukan sekali sehari yaitu pada pagi ban pukul 07.00 -08.00 WIB.
  • Pemberian pakan dilakukan dengan cara menebar secara merata dan dosis yang diberikan sekitar 3 % dan total berat badan ikan.
  1. Pengelolaan kualitas air
  2. Agar air di akuarium tidak keruh dan terjadi pertukaran, didalam akuarium pemeliharaan induk dipasang pompa air berukuran kecil.
  3. Setiap 3 hari sekali dilakukan pergantian air sebanyak 80 % (160 liter), pencucian dinding dan dasar akuarium serta pencucian saringan.
  1. Pemberantasan dan pencegahan hama dan penyakit
  2. Untuk mencegah timbulnya hama dan penyakit pada ikan maskoki dengan cara rajin membersihkan wadah pemeliharaan, menjaga kualitas air lingkungan perairan tetap stabil dan normal.
  3. Sedangkan untuk pengobatan bagi induk ikan maskoki Tetracylin, sebanyak 4 kapsul dalam 100 liter air selama 24 jam.
  1. Sampling kematangan induk
  2. Sehari sebelum dipijahkan induk-induk ikan mas koki baik jantan maupun betina dipuasakan.
  3. Sampling induk matang gonad yang siap untuk dipijahkan cukup dengan melihat ciri-ciri berikut:
  •    Induk ikan jantan pada sirip dada terdapat bintik putih bulat menonjol bila diraba sangat kasar, dilihat di anusnya berbentuk oval dan kecil dan bila distriping akan keluar cairan putih susu yang disebut sperma.
  • Sedangkan ciri induk ikan betina duburnya besar, menonjol, bentuknya bulat dan bila diraba bagian perutnya akan terasa lembek.

PEMIJAHAN

Pemilihan induk

  1. Pemilihan induk
  2. Induk yang baik untuk dipijahkan sudah berumur+8 bulan, dengan ukuran minimum sebesar telur itik.
  3. Pilih induk yang berkepala kecil dengan tubuh bulat, sisik utuh dan tersusun rapih. Jika ikan sedang bergerak, ekor dan sirip akan kelihatan tegak.
  4. Untuk mendapatkan keturunan yang berwarna, maka calon induk yang akan dipijahkan berwarna polos. Gunakan induk jantan berwarna putih dan betina berwarna hitam atau hijau lumut atau sebaliknya.
  5. Perbedaan jantan dan betina
Induk Jantan Induk Betina
Pada sirip dada terdapat bintik-bintik bulat menonjol dan jika diraba terasa kasar. Pada sirip dada terdapat bintik-bintik dan terasa halus jika diraba.
Induk yang telah matang jika diurut pelan kerarah lubang genital akan keluar cairan berwarna putih Jika diurut, keluar cairan kuning bening.Pada induk yang telah matang, perut terasa lembek dan lubang genital kemerah-merahan.

Cara pemijahan

Bak/aquarium yang telah bersih diisi dengan air yang telah diendapkan + 24 jam, kemudian letakkan eceng gondok untuk melekatkan telurnya.

Pilihlah induk yang telah matang telur, masukkan kedalam bak pada sore hari. Bila pemilihan induk dilakukan dengan cermat, biasanya keesokan harinya telur sudah menempel pada akar eceng gondok.

Karena telur tidak perlu dierami, induk dapat segera dipindahkan ke kolam penampungan induk, untuk menunggu sampai saat pemijahan erikutnya. Jika perawatannya baik, maka 3 ~ 4 minggu kemudian induk sudah dapat dipijahkan kembali.

  1. PEMELIHARAAN BENIH

Setelah 2 ~ 3 hari telur akan menetas, sampai berumur 2 ~ 3 hari benih belum diberi makan, karena masih mempunyai persediaan makanan pada yolk sac-nya (kuning telur).

Pada hari ke 3 ~ 4 benih sudah dapat diberi makanan kutu air yang telah disaring.

Setelah berumur + 15 hari benih mulai dicoba diberi cacing rambut disamping masih diberi kutu air, sampai benih keseluruhannya mampu memakan cacing rambut baru pemberian kutu air dihentikan.

Untuk telur yang ditetaskan di aquarium maka sebainya setelah benih berumur + 1 minggu dipindahkan ke bak/kolam yang lebih luas.

Ketinggian air dalam bak 10 ~ 15 cm dengan pergantian air 5 ~ 7 hari sekali. Setiap pergantian air gunakan air yang telah diendapkan lebih dahulu.

Untuk menghindari sinar matahari yang terlalu terik diperlukan beberapa tanaman pelindung berupa eceng gondok.

  1. PEMBESARAN

Pembesaran ikan dilakukan setelah benih berumur lebih dari 1 bulan sampai induk.

Jenis koki mutiara ini memerlukan banyak sinar matahari, untuk itu tanaman eceng gondok dapat dikurangi atau dihilangi.

Untuk tahap pertama pembesaran dapat ditebar + 1.000 ekor ikan dalam bak berukuran 1,5 x 2 m. Kemudian penjarangan dapat dilakukan setiap 2 minggu dengan dibagi 2.

Pergantian air dapat dilakukan 3 ~ 5 hari sekali, juga dengan air yang telah diendapkan.

Makanan yang diberikan berupa cacing rambut. Makanan diberikan pada pagi hari secara adlibitum (secukupnya). Jika pada sore hari makanan masih tersisa, segera diangkat/dibersihkan.

Setelah berumur 4 bulan ikan sudah merupakan calon induk. Untuk itu jantan dan betina segera dipisahkan sampai berumur 8 bulan yang telah siap dipijahkan. Untuk induk ikan sebaiknya makanan yang diberikan yaitu berupa jentik nyamuk (cuk).

Sepasang induk dapat menghasilkan telur 2.000 s/d 3.000 butir untuk sekali pemijahan.

HAMA DAN PENYAKIT

  1. Hama
  2. Bebeasan (Notonecta)

Berbahaya bagi benih karena sengatannya. Pengendalian: menuangkan minyak tanah ke permukaan air 500 cc/100 meter persegi.

  1. Ucrit (Larva cybister)

Menjepit badan ikan dengan taringnya hingga robek. Pengendalian: sulit diberantas; hindari bahan organik menumpuk di sekitar kolam.

  1. Kodok

Makan telur telur ikan. Pengendalian: sering membuang telur yang mengapung; menagkap dan membuang hidup-hidup.

  1. Ular

Menyerang benih dan ikan kecil. Pengendalian: lakukan penangkapan; pemagaran kolam.

  1. Lingsang

Memakan ikan pada malam hari. Pengendalian:pasang jebakan berumpun.

  1. Burung

Memakan benih yang berwarna menyala seperti merah, kuning. Pengendalian: diberi penghalang bambu agar supaya sulit menerkam; diberi rumbai-rumbai atau tali penghalang.

  1. Ikan gabus

Memangsa ikan kecil. Pengendalian:pintu masukan air diberi saringan atau dibuat bak filter.

  1. Belut dan kepiting

Pengendalian: lakukan penangkapan.

  1. Penyakit
  2. Bintik merah (White spot)

Gejala: pada bagian tubuh (kepala, insang, sirip) tampak bintik-bintik putih, pada infeksi berat terlihat jelas lapisan putih, menggosok-gosokkan badannya pada benda yang ada disekitarnya dan berenang sangat lemah serta sering muncul di permukaan air.

Pengendalian: direndam dalam larutan Methylene blue 1% (1 gram dalam 100 cc air) larutan ini diambil 2-4 cc dicampur 4 liter air selama 24 jam dan Direndam dalam garam dapur NaCl selama 10 menit, dosis 1-3 gram/100 cc air.

  1. Bengkak insang dan badan ( Myxosporesis)

Gejala: tutup insang selalu terbuka oleh bintik kemerahan, bagian punggung terjadi pendarahan.

Pengendalian; pengeringan kolam secara total, ditabur kapur tohon 200 gram/m 2 , biarkan selama 1-2 minggu.

  1. Cacing insang, sirip, kulit (Dactypogyrus dan girodactylogyrus)

Gejala: ikan tampak kurus, sisik kusam, sirip ekor kadang-kadang rontok, ikan menggosok-gosokkan badannya pada benda keras disekitarnya, terjadi pendarahan dan menebal pada insang.

Pengendalian:

  • direndan dalam larutan formalin 250 gram/m3 selama 15 menit dan direndam dalam Methylene blue 3 gram/m3 selama 24 jam;
  • hindari penebaran ikan yang berlebihan.
  1. Kutu ikan (argulosis)

Gejala: benih dan induk menjadi kurus, karena dihisap darahnya. Bagian kulit, sirip dan insang terlihat jelas adanya bercak merah (hemorrtage).

Pengendalian:

  • ikan yang terinfeksi direndan dalam garam dapur 20 gram/liter air selama 15 menit dan direndam larutan PK 10 ppm (10 ml/m3) selama 30 menit;
  • dengan pengeringan kolam hingga retak-retak.
  1. Jamur (Saprolegniasis)

Menyerang bagian kepala, tutup insang, sirip dan bagian yang lainnya.

Gejala: tubuh yang diserang tampak seperti kapas. Telur yang terserang jamur, terlihat benang halus seperti kapas.

Pengendalian: direndam dalam larutan Malactile green oxalat (MGO) dosis 3 gram/m3 selama 30 menit; telur yang terserang direndam dengan MGO 2-3 gram/m3 selama 1 jam.

  1. Gatal (Trichodiniasis)

Menyerang benih ikan. Gejala: gerakan lamban; suka menggosok-gosokan badan pada sisi kolam/aquarium.

Pengendalian: rendam selam 15 menit dalam larutan formalin 150-200 ppm.

  1. Bakteri psedomonas flurescens

Penyakit yang sangat ganas.

Gejala: pendarahan dan bobok pada kulit; sirip ekor terkikis.

Pengendalian: pemberian pakan yang dicampur oxytetracycline 25-30 mg/kg ikan atau sulafamerazine 200mg/kg ikan selama 7 hari berturut-turut.

  1. Bakteri aeromonas punctata

Penyakit yang sangat ganas. Gejala: warna badan suram, tidak cerah; kulit kesat dan melepuh; cara bernafas mengap-mengap; kantong empedu gembung; pendarahan dalam organ hati dan ginjal.

Pengendalian: penyuntikan chloramphenicol 10-15 mg/kg ikan atau streptomycin 80-100 mg/kg ikan; pakan dicampur terramicine 50 mg/kg ikan selama 7 hari berturut-turut.

Refrensi :

Dinas Perikanan DKI Jakarta, Jakarta, 1996

http://akuariumhias.blogspot.com/2013/05/metode-memelihara-ikan-mas-koki.html

https://www.omtim.com/125/ikan-mas-koki/