Jadilah pembaca dan pengcopy yang baik dengan mencantumkan sumber yang anda ambil . budayakan tidak untuk menjadi plagiat/plagiator. terima kasih sudah berkunjung dan beretika dalam berblog.

(Elfian Permana)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Semakin tingginya permintaan konsumen terhadap ikan hias, semakin besar bisnis yang dapat dilakukan di segi ikan ikan hias termasuk guppy. Gupi merupakan anggota suku Poecilidae yang berukuran kecil. Jantan dan betina dewasa mudah dibedakan baik dari ukuran dan bentuk tubuhnya, maupun dari warnanya (dimorfisme seksual). Panjang total tubuh ikan betina antara 4–6 cm, sedangkan jantannya lebih kecil, sekitar 2½–3½ cm. Ikan jantan memiliki warna-warni yang cemerlang dan amat bervariasi, terutama pada ikan hibrida. Ikan gupi liar warnanya lebih sederhana, meski jantannya tetap berwarna-warni dengan dua buah bintik hitam seperti mata di sisi badan: yang satu di bawah sirip punggung dan yang lainnya di atas sirip dubur[2]. Gupi liar betina bertubuh tambun dengan warna kuning kecoklatan dan susunan sisik yang membentuk pola seperti jala (reticulata = dengan pola jaring atau jala), dan perut gendut berwarna putih.i
1.2. Tujuan 

Mengetahui Budidaya Ikan Guppy

Mengetahui Jenis – Jenis Guppy

Mengetahui Pencegahan dan Pengobatan guppy


BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

1.2. Klasifikasi Ikan Guppy

Gupi, ikan seribu, ikan cere, atau suwadakar (Poecilia reticulata), adalah salah satu spesies ikan hias air tawar yang paling populer di dunia. Karena mudahnya menyesuaikan diri dan beranak-pinak, di banyak tempat di Indonesia ikan ini telah menjadi ikan liar yang memenuhi parit-parit dan selokan. Dalam perdagangan ikan hias dikenal sebagai guppy atau juga millionfish[1], di berbagai daerah ikan ini juga dikenal dengan aneka nama lokal seperti gepi (Btw.), bungkreung (Sd.), cethul atau cithul (Jw.), klataw (Bjn.), dan lain-lain.

Gupi
Gupi jantan (kiri) dan betina (kanan)
Status konservasi
Aman
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Cyprinodontiformes
Famili: Poeciliidae
Genus: Poecilia
Spesies: P. reticulata
Nama binomial
Poecilia reticulata

Peters, 1859

Sinonim
Acanthocephalus guppii

A. reticulatus

Girardinus guppii

G. petersi

G. poeciloides

G. reticulatus

Haridichthys reticulatus

Heterandria guppyi

Lebistes poecilioides

L. reticulatus

Poecilia poeciloides

Poecilioides reticulatus

Jenis – Jenis Guppy

2.2 Budidaya Ikan Guppy (Gupi)

2.2.1 wadah yang baik menurut cara berternak ikan Guppy

wadah cara berternak ikan guppy yang baik yaitu bak semen atau akuarium yang ukurannya tak perlu besar yakni cukup 1 x 2 m atau akuarium 100 x 40 x 50 cm, masih wadah perkawinannya lebih kecil dari wadah pembesaran, yang dapat dipakai diantaranya : baskom, akuarium kecil atau ember bisa dipakai buat memijahkan ikan.

2.3.2 Kualitas Air

kualitas air dengan sering menggantinya agar guppy tidak terserang penyakit.Untuk menjaga kualitas air biasanya para penangkar ikan cupang  menggunakan daun ketapang. Selain untuk menstabilkan pH air, daun ketapang dapat juga mengobati ikan guppy yang terserang penyakit jamur.

Penyakit

  1. Infeksi Jamur Kulit

Penyebab: Jamur, kondisi air yang kotor

Sifat Penyakit: Dapat menular

Gejala: Muncul bercak-bercak putih seperti kapas di badan ikan (seperti panuan), ikan jadi kurang aktif bergerak, bisa juga jadi nggak nafsu makan, sirip menguncup, warna memucat.

Pengobatan:

– Isolasi/karantina ikan yang sakit

– Ganti Air full, tempatnya dicuci bersih

– Methylene Blue (bisa merk Blitz Icht, Rid All, Tetra, dsb)

– Garam Aquarium

– Ganti air full 3 hari kemudian, bila masih belum ada tanda-tanda membaik, ulangi lagi pengobatan seperti di atas.

  1. Fin Rot (Busuk Sirip)

Dari kiri ke kanan: Gigi ekor, Fin Rot tahap awal, Fin Rot tahap lanjut (supaya tidak tertukar antara Gigit Ekor dengan Fin Rot)

Penyebab: Bakteri, kondisi air yang kotor

Sifat Penyakit: Dapat menular

Gejala: Muncul warna gelap atau kadang kemerahan seperti berdarah di pinggiran sirip, sirip yang terserang lama kelamaan jadi habis seperti rontok/sobek, ikan masih tetap aktif bergerak, nafsu makan tetap baik, sirip bisa menguncup, warna memucat. Bila sudah parah busuknya akan merembet sampai ke badan ikan.

Pengobatan:

– Isolasi/karantina ikan yang sakit

– Ganti Air full, tempatnya dicuci bersih

– Antibiotik (Ampicillin, Super Tetra, dsb yang mana yang lebih mudah tersedia, dosisnya cukup 1 tetes per aquarium)

– Atau: Gunakan General Tonic (bisa merk Rid All, Tetra, dsb)

– Garam Aquarium

– Ganti air full 3 hari kemudian, bila masih belum ada tanda-tanda membaik, ulangi lagi pengobatan seperti di atas.

Note:

Sirip yang rusak bisa tumbuh kembali seperti semula, tapi nggak akan seindah dulunya (original).

  1. White Spot atau Ick (Bintik putih)

Penyebab: Parasit, kondisi air yg kotor, bisa berasal dr pakan hidup yg krg bersih

Sifat Penyakit: Sangat menular

Gejala: Muncul bintik2 putih di badan ikan, ikan krg aktif bergerak, krg nafsu makan, sirip bisa menguncup, warna memucat. Ikan sering bergerak cepat & menabrak dindingaquarium, seperti berusaha menggaruk bdnnya.

Bila sdh parah bintik putihnya akan merembet sampai ke seluruh badan ikan.

Pengobatan:

– Isolasi/karantina ikan yg sakit

– Ganti Air full, tempatnya dicuci bersih

– Methylene Blue (bisa merk Blitz Ich, Rid All, Tetra, dsb)

– Garam Aquarium

– Jemur ikan di bwh sinar Matahari pagi

– Ganti air full 3 hari kemudian, bila msh blm ada tanda2 membaik, ulangi lg pengobatan seperti dr atas.

  1. Velvet (Bintik emas/karatan)

Penyebab: Parasit, kondisi air yg kotor, bisa berasal dr pakan hidup yg krg bersih

Sifat Penyakit: Sangat menular

Gejala: Muncul bintik2 berwarna emas atau kdg seperti warna besi berkarat di badan ikan (dpt terlihat dgn bantuan sinar senter), ikan krg aktif bergerak, krg nafsu makan, sirip bisa menguncup, warna memucat. Ikan sering bergerak cepat & menabrak dindingaquarium, seperti berusaha menggaruk bdnnya.

Bila sdh parah bintik2nya akan merembet sampai ke seluruh badan ikan.

Pengobatan:

– Isolasi/karantina ikan yg sakit

– Ganti Air full, tempatnya dicuci bersih

– Methylene Blue (bisa merk Blitz Ich, Rid All, Tetra, dsb)

– Garam Aquarium

– Ganti air full 3 hari kemudian, bila msh blm ada tanda2 membaik, ulangi lg pengobatan seperti dr atas.

  1. Pop Eye (Mata Bengkak)

Penyebab: Bakteri, kondisi air yg kotor

Sifat Penyakit: Dpt menular

Gejala: Mata ikan mulai membengkak, tahap awal bisa mulai dr 1 mata, kemudian merembet ke mata yg satunya lg, ikan kurang aktif bergerak, nafsu makan berkurang kdg2 tdk mau mkn sama sekali, sirip bisa menguncup, warna memucat.

Bila sdh parah bengkaknya akan semakin membesar sehingga ikan akan tampak seperti ikan mas Koki. Jika ketahuan pd saat mata sdh sgt besar/bengkak, besar kemungkinan ikan tdk akan selamat.

Pengobatan:

– Isolasi/karantina ikan yg sakit

– Ganti Air full, tempatnya dicuci bersih

– Antibiotik (Ampicillin, Super Tetra, dsb yg mana yg lbh mudah tersedia, dosisnya cukup 1 tetes per aquarium)

– Atau: Gunakan obat Anti Internal Bacteria (bisa merk Intrepet, dsb)

– Garam Aquarium

– Ganti air full 3 hari kemudian, bila msh blm ada tanda2 membaik, ulangi lg pengobatan seperti dr atas.

  1. Dropsy (Sisik Nanas)

Penyebab: Bakteri Internal (menyerang Ginjal), kondisi air yg kotor atau pakan yg kotor

Sifat Penyakit: Menular

Gejala: Perut ikan mulai membengkak, tdk bisa buang kotoran, tahap awal mirip seperti sembelit, ikan jd tdk aktif, nafsu makan berkurang seringkali tdk mau mkn sama sekali, sirip bisa menguncup, warna memucat.

Bila sdh parah perut akan semakin membengkak & berwarna kemerahan, sisik akan mulai terangkat mulai dr daerah perut sampai ke seluruh badan, sehingga ikan akan tampak seperti buah Nanas. Jika ketahuan pd saat sisik sdh mulai terangkat: Perbanyak Puasa & Doa, atau Say Good Bye ke ikan tsb…

Pengobatan:

Dikarenakan gejala awal dropsy yg seringkali mirip dgn sembelit, dan baru ketahuan pd saat sisik mulai terangkat, maka sangat sulit menyembuhkan penyakit ini, tp bila ketahuan pd saat tahap awal, ‘kemungkinan’ ikan msh bisa diobati.. (walaupun sy sdri sdh mencoba berbagai macam obat, tp tetap tdk dpt mengobatinya).

Jadi bila ketahuan pd tahap awal, bisa mencoba sbb:

– Isolasi/karantina ikan yg sakit

– Ganti Air full, tempatnya dicuci bersih

– Antibiotik (Metrodinazole, dsb yg mana yg lbh mudah tersedia, dosisnya cukup 1 tetes per aquarium)

– Atau: Gunakan obat Anti Internal Bacteria (bisa merk Intrepet – sdh sy coba, tp tetap ga berhasil – dsb)

– Garam Aquarium

– Ganti air full 3 hari kemudian, bila msh blm ada tanda2 membaik.

  1. Swim Bladder Disorder (kembung atau sembelit)

Penyebab: Kebanyakan makan

Sifat Penyakit: Tidak menular

Gejala: Perut ikan membengkak, ikan jd sulit berenang, kadang berenang nungging/miring atau menggelosor saja dgn perutnya, ikan jd kurang aktif bergerak, nafsu makan berkurang kdg2 tdk mau mkn sama sekali.

Pengobatan:

– Coba sebengin dgn ikan lain supaya ngedok sampai ikannya pub, bila msh ga mau pub, kurangi ketinggian air aquarium

– Coba ikannya dipuasakan dulu

  1. Inflamed Gills (Insang Memerah)

Penyebab: Kondisi air yg kotor, sehingga menyebabkan keracunan Nitrat

Sifat Penyakit: Tidak menular

Gejala: Insang memerah, kadang sampai membengkak krn infeksi, ikan jd susah bernafas & terengah2 berenang di permukaan air terus. Tutup insang tdk mau menutup rapat.

Pengobatan:

– GANTI AIR FULL yg rajin bro!!!  , plg gak tiap 3 hari sekali

– Methylene Blue (bisa merk Blitz Ich, Rid All, Tetra, dsb)

– Garam Aquarium

  1. kotoran berwarna Putih

Penyebab: Internal Bakteri, kondisi air yg kotor

Sifat Penyakit: Dpt menular

Gejala: Kotoran ikan seperti memanjang, kadang2 seperti menggumpal & berwarna putih, ikan jd kurang aktif bergerak, nafsu makan berkurang kdg2 tdk mau mkn sama sekali, sirip bisa menguncup, warna memucat.

Pengobatan:

– Isolasi/karantina ikan yg sakit

– Ganti Air full, tempatnya dicuci bersih

– Antibiotik (Metrodinazole, dsb yg mana yg lbh mudah tersedia, dosisnya cukup 1 tetes per aquarium)

– Atau: Acryflavine

– Garam Aquarium

– Ganti air full 3 hari kemudian, bila msh blm ada tanda2 membaik, ulangi lg pengobatan seperti dr atas.

2.4.5 Pakan

Jentik Nyamuk, cacing sutra, artemia.

2.4.6 Telur

Merawat telur ikan guppy harus memisahkan induk dari telur agar induk tidak memakan telur guppy tersebut. pemberian aerasi atau oksigen dapat meningkatkan tinggkat tetas dari telur tersebut.

2.4.7 Burayak

Saat baru menetas, larva guppy membawa kuning telur sebagai cadangan makanan sebelum sanggup memakan pakan yang diberikan. Sebaiknya sat ini tidak memberikan pakan untuk larva, karena makan tersebut akan membusuk dan dapat mempengaruhi kesehatan. Pada awal kehidupannya, larva sering jatuh kedasar kolam karena belum pandai berenang. Larva . Pada 3 – 4 hari pertama, larva cupang diberi pakan infusoria, lalu kutu air atau kuning tel.

2.4.8 Induk

Ketika sudah berumur 3-4 bulan ikan pun sudah siap menjadi indukan dan siap di pijahkan.

ciri-ciri spesial ikan guppy jantan :

ciri ikan jantan untuk :

umur ± 4 bulan

wujud badan dan siripnya panjang dan berwarna indah.

gerakannya agresif dan lincah.

keadaan badan sehat ( tidak terjangkit penyakit ).

ciri-ciri ikan  betina :

umur sudah meraih lebih kurang 4 bulan

wujud badan membulat putih di lebih kurang perut mengisyaratkan siap kawin.

gerakannya lambat.

sirip pendek dan warnanya tidak menarik.

keadaan badan sehat.

 


2.4.9 Reproduksi

Proses reproduksi jantan dan betina akan siap memijah jika keduanya matang gonad. dan akan saling mengejar butuh waktu 1 – 2 jam induk akan mengeluarkan telurnya.

BAB 3

PENUTUP

3.1. Kesimpulan 

wadah cara berternak ikan guppy yang baik yaitu bak semen atau akuarium yang ukurannya tak perlu besar yakni cukup 1 x 2 m atau akuarium 100 x 40 x 50 cm.

Proses reproduksi jantan dan betina akan siap memijah jika keduanya matang gonad. dan akan saling mengejar butuh waktu 1 – 2 jam induk akan mengeluarkan telurnya.

Merawat telur ikan guppy harus memisahkan induk dari telur agar induk tidak memakan telur guppy tersebut. pemberian aerasi atau oksigen dapat meningkatkan tinggkat tetas dari telur tersebut.

Merawat telur ikan guppy harus memisahkan induk dari telur agar induk tidak memakan telur guppy tersebut. pemberian aerasi atau oksigen dapat meningkatkan tinggkat tetas dari telur tersebut. Saat baru menetas, larva guppy membawa kuning telur sebagai cadangan makanan sebelum sanggup memakan pakan yang diberikan. Sebaiknya sat ini tidak memberikan pakan untuk larva, karena makan tersebut akan membusuk dan dapat mempengaruhi kesehatan. Pada awal kehidupannya, larva sering jatuh kedasar kolam karena belum pandai berenang. Larva . Pada 3 – 4 hari pertama, larva cupang diberi pakan infusoria, lalu kutu air atau kuning tel.

Seach key : Ikan Guppy , ikan gupi, jenis ikan guppy , cara mudah memlihara guppy, cara mudah pelihara guppy, pakan untuk guppy , 

Cara praktis budidaya ikan guppy.