Jadilah pembaca dan pengcopy yang baik dengan mencantumkan sumber yang anda ambil . budayakan tidak untuk menjadi plagiat/plagiator. terima kasih sudah berkunjung dan beretika dalam berblog.

(Elfian Permana)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang

Ada beberapa ikan yang komunitasnya sangat ekonomis salah satunya yaitu ikan betook Ikan betok ini adalah ikan lokal air tawar yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi terutama di daerah Kalimatan, namun masih belum banyak orang yang membudidayakannya. Di Kalimantan ikan ini sangat digemari dan mempunyai harga jual yang tinggi. Ikan ini disukai karena dari rasa dagingnya yang terbilang enak dan juga gurih, karenanya ikan jenis ini sangatlah potensial untuk dibudidayakan.

Dalam budidaya secara kontinyu dengan mutu yang baik dilakukan dengan sistem pembenihan yang intensif pada kolam-kolam khusus, yaitu kolam pematangan induk, pemijahan, peneneran dan kolam pembesaran. Untuk pemijahan untuk melanjutkan keberlangsungan benih – benih ikan betok. Pemijahan ikan biasanya dilakukan terpisah dengan bak budidaya.

Pemijahan merupakan hal yang penting untuk produksi ikan terutama dalam keberlangsungan produksi. Pemijahan adalah pencampuran induk jantan dan berina yang telah matang sel sperma dan sel telurnya agar terjadi pengeluaran (ejakulasi) kedua sel tersebut. Setelah berada di air, sel sperma akan membuahi sel telur karena sistem pembuahan ikan terjadi diluar tubuh. Pemijahan dilakukan pada kolam khusus pemijahan.

Ada beberapa teknik yang diperlukan dalam pemijahan yaitu pemijahan alami, semi buatan dan buatan.untuk buatan dengan menggunakan sel telur dan sel sperma yang di satukan dalam satu wadah dengan bantuan manusia. Sehingga pembuahan dilakukan dengan bantuan manusia, dalam beberapa pemijahana pemijahan buatan harus di perhatikan dengan cemat dan ikan harus benar – benar matang gonad.

1.2. Tujuan

  1. untuk mengehatuhi pemijahan buatan ikan betok
  2. Mengetahui metode pemijahan
  3. menambah wawasan

 

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Ikan Betok

ikan-betok-300x133

Kerajaan:     Animalia

Filum:            Chordata

Kelas:            Actinopterygii

Ordo:            Perciformes

Famili:           Anabantidae

Genus:         Anabas

Spesies:       A. testudineus

 

(Bloch, 1792)

Betok adalah nama sejenis ikan yang umumnya hidup liar di perairan tawar. Ikan ini juga dikenal dengan beberapa nama lain seperti bethok atau bethik (Jw.), puyu (Mly.) atau pepuyu (bahasa Banjar). Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai climbing gouramy atau climbing perch, merujuk pada kemampuannya memanjat ke daratan. Nama ilmiahnya adalah Anabas testudineus (Bloch, 1792).

Ikan Betok merupakan ikan tawar yang hidupnya liar di sungai, kali, waduk ataupun danau alam. Ikan betok sangat jarang dipelihara sebagai ikan hias atau ikan peliharaan. Ikan betok ini salah satu ikan yang termasuk kedalam ikan pemangsa atau ikan karnivora. Ikan betok mempunyai nama dan sebutan lain yaitu ikan puyu dari bahasa melayu, ikan betik dari bahasa jawa dan ikan pepuyu dari bahasa banjar, sedangkan dalam bahasa Inggris ikan ini mempunyai nama Climbing Gouramy dikarenakan ikan betok yang sanggup untuk memanjat ke daratan dan bahasa latin dari ikan ini adalah Anabas Testudineus. Ikan betok ini adalah ikan lokal air tawar yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi terutama di daerah Kalimatan, namun masih belum banyak orang yang membudidayakannya. Di Kalimantan ikan ini sangat digemari dan mempunyai harga jual yang tinggi. Ikan ini disukai karena dari rasa dagingnya yang terbilang enak dan juga gurih, karenanya ikan jenis ini sangatlah potensial untuk dibudidayakan.

2.2. Pemijahan Buatan

Pemijahan ikan secara semi intensif adalah pemijahan ikan yang terjadi dengan memberikan rangsangan hormon untuk mempercepat kematangan gonad, tetapi proses ovulasinya terjadi secara alamiah di kolam. Jenis ikan yang sudah dapat dilakukan pemijahan secara semi buatan antara lain ikan Bawal, ikan Lele, ikan Kakap, dan ikan Kerapu.

Pemijahan ikan secara buatan adalah pemijahan ikan yang terjadi dengan memberikan rangsangan hormon untuk mempercepat kematangan gonad serta proses ovulasinya dilakukan secara buatan dengan teknik stripping/ pengurutan. Jenis ikan yang sudah dapat dilakukan pemijahan secara buatan antara lain ikan Patin, ikan Mas, dan ikan Lele. (Gusrina, 2008)

2.3. Seleksi Induk

Seleksi induk siap pijah

Induk yang siap memijah memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

Tabel 1. Ciri induk matang siap pijah

Jantan Betina
Umur minimal 1 th

berat minimal 50 gr

genital berwarna kemerahan

Umur minimal 1 th

berat minimal 100 gr

Perut terlihat membuncit dan lembek

genital berwarna kemerahan

Induk yang memiliki ciri-ciri tersebut kemudian dipisahkan dalam wadah inkubasi induk untuk dipersiapkan pemijahan, wadah yang digunakan dapat berupa bak fiber ataupun bak kayu dengan perbandingan induk jantan dan betina untuk pemijahan semi alami adalah 3:1 (jantan : betina)

00000372

Gambar 1. Ciri- ciri ikan yang matang gonad

2.3. Pemijahan Buatan

Anestesi

Anestesi atau pembiusan dilakukan untuk mengurangi kondisi stres pada induk dan memudahkan penanganan pada saat akan dilakukan penimbangan dan penyuntikan. Pembiusan dilakukan dengan menggunakan larutan benzocaine. Jumlah benzocaine yang digunakan untuk pembiusan induk ikan betok disarankan 50 ppm. Namun jumlah tersebut standar dan masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan hasil yang tepat. Induk ikan betok yang telah dibius dapat disadarkan kembali dengan memberikan air segar pada insangnya, yaitu dengan cara mengalirkan air segar ke dalam mulut dan operkulum ikan.

Anestesi sangat efektif untuk mengurangi stres, meskipun tentunya penggunaan anestesi akan menambah biaya operasional dan tambahan kegiatan operasional lainnya. Namun demikian jika penanganan induk tidak baik, hasilnya tetap tidak bisa diharapkan meskipun menggunakan obat bius. Teknik penaganan adalah lebih penting dari sekedar penggunaan obat bius.

Penyuntikan induk

Oosit dari induk betina yang siap pijah sudah berada pada tahap pematangan akhir, namun ovulasi tidak bisa terjadi tanpa adanya stimulasi dari lingkungan atau hormon pada kondisi buatan, sehingga penyuntikan hormon harus dilakukan untuk mencapai proses ovulasi pada pemijahan ikan betok. Umumnya penggunaan hormon  mempertimbangkan nilai ekonomis dan kemudahan dalam mendapatkannya, salah satu hormon yang  biasa digunakan adalah ovaprim.

Teknologi pemijahan ikan betok dengan penyuntikan diadopsi dari teknologi pembenihan ikan patin siam, dimana proses penyuntikan betina dilakukan sebanyak dua kali dengan dosis 0,5 cc/kg induk, dimana pada penyuntikan pertama diberikan sepertiga dari jumlah total dosis dan sisanya diberikan pada penyuntikan kedua. Interval waktu antara penyuntikan pertama dan kedua adalah enam jam.

Berbeda halnya dengan induk betina, pada induk jantan juga dilakukan penyuntikan dengan dosis 0,3 cc/kg yang diberikan satu kali pada saat awal penyuntikan betina. Setelah penyuntikan kedua induk betina maka dilakukan pencampuran induk betina dan jantan dalam satu wadah agar terjadi pemijahan secara semi alami.

Ovulasi dengan semi alami

ovulasi dengan pemijahan secara semi alami biasanya terjadi setelah 3-6 jam setelah penyuntikan kedua, proses ovulasi dan pembuahan terjadi secara parsial, selama proses ini kondisi induk sangat sensitif sehingga perlu lebih hati-hati dalam pengamatan. Selain itu pengambilan telur sebaiknya dilakukan setelah induk benar-benar telah selesai memijah agar tidak mengganggu proses pemijahan yang sedang berlangsung.

 

Inkubasi telur

Telur yang telah dihasilkan dari proses  pemijahan kemudian dipindahkan secara hati-hati ke dalam akuarium inkubasi telur dengan tinggi air kurang lebih 25 cm, selanjutnya telur tersebut akan menetas setelah kurang lebih 24 jam pada suhu 28-30oC.


 

BAB 3 KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan

3.2. Saran


DAFTAR PUSTAKA

Gusrina, 2008. Budidaya Ikan Jilid I. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. PT. Macaan Jaya Cemerlang. Klaten.

Rangga Wiryawan http://indonesia4fisheries.blogspot.co.id

 

Cara pemijahan buatan ikan betok

pemijahan buatan ikan

pemijahan buatan ikan berok