Feeding Frekuensi

Frekuensi pemberian pakan adalah jumlah pemberian pakan per satuan waktu, misalnya dalam satu hari pakan diberikan tiga kali. Pada ukuran larva frekuensi pemberian pakan harus tinggi karena laju pengosongan lambungnya lebih cepat, dan dengan semakin besarnya ukuran ikan yang dipelihara maka frekuensi pemberian pakannya semakin jarang. Pemberian pakan pada saat awal penebaran 4 kali sehari dengan interval waktu 3 – 4 jam. (Abbas Siregar, 2001). Laju evakuasi pakan didalam lambung atau pengosongan lambung ini tergantung pada ukuran dan jenis ikan kultur, serta suhu air (Effendi, 2004). Pakan diberikan 3-5 % berat badan (perkiraan jumlah total berat ikan yang dipelihara), Pemberian pakan dapat ditebar secara langsung. (Dirjen perikanan budidaya).

Feeding Time

Feeding time atau waktu pemberian pakan adalah waktu yang tepat untuk melakukan pemberian pakan pada setiap jenis ikan. Waktu pemberian pakan ini juga sangat khas untuk setiap jenis ikan. Suhu mempengaruhi metabolisme ikan pada saat malam hari suhu air rendah 22 – 26 OC sehingga membuat ikan respon terhadap pakan berkurang. Penggunaan Feeding adaptation untuk menjadikan ikan mau memakan pada siang hari yang suhunya cukup stabil. Lingkungan dapat mengubah kebiasaan makan ikan (feeding adaptation), ex. Di Filipina ikan bandeng (Chanos chanos) dengan menggunakan sistem kultur baru, bndeng dipaksa memakan plankton jenis lain (Bardach, 1973).

Feeding Behaviour

Feeding behaviour adalah tingkah laku ikan tersebut dalam lingkungan hidupnya biasanya ikan mempunyai 3 macam yaitu ikan yang hidupnya di bawah permukaan air / dasar permukaan , di tengah – tengah permukaan dan di atas permukaan air. Dalam hal ini dapat ditentukan untuk pakan yang digunakan dalam kegiatan budidaya. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa bawal tergolong omnivora. Apabila diamati kebiasaan makannya, bawal tergolong ikan yang lebih suka makan di bagian tengah perairan. Dengan kata lain, bawal bukanlah ikan yang biasa makan di dasar perairan (bottom feeder) atau di permukaan perairan (surface feeder), (diktorat jendral perikanan budidaya).

Feeding Habits

Feeding habits adalah kebiasaan ikan tersebut dalam memakan makanan dan biasanya di kelompokan menjadi 3 yaitu omnivora (tumbuhan dan daging), herbivora (tumbuhan) dan karnivora (daging).  Ikan bawal merupakan ikan yang memakan segalanya yaitu mampu memakan jenis makanan nabati dan hewani. Meskipun tergolong omnivora, ternyata pada masa kecilnya (larva), bawal lebih bersifat karnivora. Jenis hewan yang paling disukai adalah crustacea, cladocera, copepoda, dan ostracoda. (dikjen perikanan budidaya). Pada umur dua hari setelah menetas, mulut larva mulai terbuka, tetapi belum bisa menerima makanan dari luar tubuh, makanannya masih dari kuning telurnya. Umur empat hari, kuning yang diserap oleh tubuh sudah habis dan pada saat itulah larva mulai mengonsumsi makanan dari luar.  Makanan yang dimakan larva bawal berumur 4 – 5 hari adalah organisme renik berupa plankton, ikan larva bawal memakan plankton nabati (phytoplankton) yang berukuran 100 – 300 mikron, misalnya Brachionus calicyflorus, Synchaeta sp., Notcholca sp., Concchilus sp., filina sp., Brachionus angularis. Keratella cochlearis dan K. quadrata. Pada umur 5 hari tersebut, ukuran larva bawal 6 – 7 mm. Benih ikan bawal yang besar dan dewasa akan memakan aneka macam makanan berupa organisme nabati maupun hewani, misalnya invertebrate air, udang – udangan renik, larva dan serangga air dan aneka macam tanaman air (Khairuman dan Amri, K., 2009).