Perikanan merupakan sektor yang sangat berlimpah di Negara berkembang seperti Indonesia, dari hasil lautnya Indonesia mampu menempati urutan teratas dalam ekspor ikan dari Negara – Negara di dunia. Akan tetapi Hasil dari penangkapan ikan dari laut ataupun budidaya cenderiung berharga murah terkadang petani ikan ataupun nelayan tidak mendapatkan untung yang banyak dari hasil penjualan ikan. Harus ada upaya untuk menigkatkan nilai tambah dari ikan yang di tangkap.

images(4).jpg

 

Salah satu nya dengan pengelolaan ikan. Pengelolaan berupa pegawetan, pengemasan yang baik dan menambah cita rasa. Dengan teknik pengelolaan ikan akan mendapatkan nilai tambah dan pendampatan yang lebih mahal di bandingkan dengan ikan yang tidak di olah atau langsung di jual oleh para petani atau nelayan serta akan mempu menjadi produk berdaya saing. Pengelolaan yang banyak di temui yaitu penggaraman, pengasapan, pengesan dan pengalengan. Pengalengan cara pengolahan makanan untuk memperluas kehidupan rak. Idenya adalah untuk membuat makanan yang tersedia dan bisa dimakan lama setelah waktu pemprosesan. selain itu pengalengan membuat para konsumen lebih instant dalam membuat ikan tidak perlu ada upaya membersikan ikan terlebih dahulu, serta mudah di dapatkan. Meskipun makanan kalengan sering diasumsikan rendah nilai gizi (akibat proses pemanasan), beberapa kaleng makanan yang bergizi unggul dalam beberapa cara bentuk alami mereka.

Selain itu Pengolelaan ikan dengan cara penglengan mampu berdaya saing di dunia pemasaran dan menjadi minat bagi para konsumen karena lebih praktis. Pengalengan merupakan salah satu bentuk pengolahan dan pengawetan ikan secara modern yang dikemas secara hermatis dan kemudian disterilkan. Bahan pangan dikemas secara hermetis dalam suatu wadah, baik kaleng, gelas atau alumunium. Pengemasan secara hermetis dapat diartikan bahwa penutupannya sangat rapat, sehingga tidak dapat ditembus oleh udara, air, kerusakan oksidasi maupun perubahan cita rasa.