untitled(2).jpg

Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Sedangkan komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikro-organisme (virus dan bakteri). Lingkungan bersinergi dengan manusia membuat manusia dapat menghirup oksigen serta makluk hidup mengambil karbon dioksida dari manusia.

konferensi perubahan iklim dunia (UNFCC) tahun 2013, perubahan iklim di dunia sudah mengkhawatirkan hal itu dibuktikan dengan situasi anomoli cuaca, topan haiyan dan bencana alam yang frekwensinya semakin meningkat. Hal tersebut akibat dari dampak manusia yang menggunakan kendaraan bermesin, pabrik, penggunaan AC dan lain –  lain. Oleh sebab itu upaya konservasi lingkungan berdampak pada meminimalisir bencana alam dan global warning.

Tidak terlepas lingkungan laut seperti halnya terumbu karang juga mengalami kerusakan yang luar biasa. Studi yang dilakukan para peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukkan terumbu karang Indonesia masih banyak yang rusak. Pengamatan pada 1.135 stasiun menunjukkan ada 30,4 persen lokasi terumbu karang berada dalam kondisi rusak.

Beberapa faktor ancaman terhadap kerusakan terumbu karang yang dilakukan manusia terhadap hancurnya terumbu karang yaitu penggunaan bom pada saat penangkapan ikan. Sehingga menyebabkan terumbu karang rusak berat, penggunaan jaring yang sampai ke dasar laut membuat terumbu karang tersangkut dan menyebabkan kerusakan parah.

Kerusakaan lingkungan terumbu karang membuat terganggunya ekosistem laut yaitu hilangnya tempat ikan mencari makan, tempat berlindung ikan dan tempat menyimpan telur. Dengan hancurnya terumbu karang yang sudah terjadi perlua adanya konservasi lingkungan yang dilakukan oleh manusia untuk membuat ekosistem alam kembali stabil.

Beberapa konservasi terumbu karang yang dilakukan oleh manusia yaitu membuat terumbu karang hasil stek dari terumbu karang yang ada, membuat tempat atau wadah sehingga terumbu karang bisa tumbuh alami dan mengganti terumbu karang yang mati dengan bibit terumbu karang yang baru. Konservasi terumbu karang memerlukan waktu yang lama untuk cepat tumbuh sehingga harus ada penaganan pencengahan terhadap kerusakan terumbu karang dan lingkungan alam.

Advertisements