BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Ikan sapu-sapu atau ikan bandaraya adalah sekelompok ikan air tawar yang berasal dari Amerika tropis yang termasuk dalam famili Loricariidae, namun tidak semua anggota Loricariidae adalah sapu-sapu. Ikan ini dikenal sebagai pemakan alga (lumut) dan sangat populer sebagai ikan pembersih. Perdagangan ikan internasional ia dikenal sebagai plecostomus atau singkatannya, plecos dan plecs. Di Malaysia orang menyebutnya “ikan bandaraya” karena fungsinya seperti petugas pembersih kota (“bandar”). Di Indonesia, analogi yang sama juga dipakai tetapi alatnya yang dipakai sebagai nama (sapu). Ikan ini nyaris dapat hidup bersama dengan ikan akuarium apa saja dan diperdagangkan dalam ukuran kecil atau sedang. Meskipun demikian, ia bisa tumbuh sepanjang 60 cm dan menjadi kurang aktif dan kurang bersahabat.

Ikan sapu-sapu ini nyaris dapat hidup bersama dengan ikan akuarium apasaja. Meskipun demikian, ia bisa tumbuh sepanjang 60 cm dan menjadi kurangaktif dan kurang bersahabat. Makanan ikan sapu-sapu adalah mentimun. Selainmentimun, ikan sapu-sapu juga memakan lendir-lendir hewan dan lumut. Ikan iniomnivora (pemakan segala) tapi biasanya mencari sisa-sisa tumbuhan air dimalam hari.

Ikan sapu sapu merupakan salah satu ikan yang bisa dijadikan ikan hias dan menjadi prospek yang ekonomis. ikan sapu – sapu selain bisa dijadikan ikan hias, ada juga yang memakannya dibeberapa daerah. oleh sebab itu pentingnya budidaya ikan sapu sapu akan menjadi sektor ekonomis yang dapa menghasilkan pospek ekonomi.

1.2 Tujuan 

  • Mengetahui budidaya ikan ssapu sapu
  • Menambah informasi tentang ikan sapu sapuu


BAB 2  

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Klasifikasi dan Deskripsi Ikan Sapu-sapu

Menurut Kotellat et al (1993), klasifikasi ikan sapu-sapu adalah sebagai berikut:
Filum : Chordata
Subfilum : Vertebrata
Kelas : PiscesOrdo : Siluridea
Famili : Loricarinae
Genus : Hypostosmus Hyposarcus
Spesies : Hypostosmus sp
 275px-Plecostomus_700.jpg
 
Ikan Sapu-sapu dapat hidup secara optimal di perairan tropis dengankisaran pH 7-7,5 dan suhu antara 23-28 0C. Walaupun demikian, ikan ini masihdapat hidup dengan baik pada kondisi fisika kimia perairan yang kurang baiksehingga dapat berperan sebagai indikator lingkungan (Page et al. 1996 in Sutanti 2005). Kemudian menurut Grzimek (1973) in Prihardhyanto (1995) in Sutanti(2005) mengatakan bahwa Ikan Sapu-sapu biasa mengkonsumsi alga yangmelekat pada bebatuan, tumbuhan air, dan detritus. Sapu-sapu jugamengkonsumsi bangkai ikan dan hewan-hewan lain yang tenggelam di dasar perairan, sehingga Ikan Sapu-sapu digolongkan ke dalam kelompok omnivora.
Jika diamati cara makan ikan sapu-sapu, gerakannya yanglambat dan cenderung menetap di dasar perairan, dengan kemampuan hidup yangkuat, ikan ini cenderung memiliki kandungan logam berat yang hampir samadengan lingkungan tempat hidupnya. Bila perairannya bersih, maka ikan ini amanuntuk dikonsumsi demikian juga sebaliknya. Berdasarkan ususnya yang panjangdan tersusun melingkar seperti spiral, ikan sapu-sapu dapat dikelompokkan kedalam jenis ikan herbivora. Sedangkan berdasarkan relung makannya yang luasmaka ikan sapu-sapu dikelompokkan ke dalam jenis eurifagik.
(ikan pemakan bermacam-macam makanan ) (Prihardhyanto 1995).Ikan ini bersifat omnivora (pemakan segala) tapi biasanya mencari sisa-sisa tumbuhan air di malam hari. Ikan yang hidup di dasar permukaan ini adalahikan yang tidak agresif terhadap ikan lain, namun hanya sedikit memperebutkandaerah kekuasaan dengan sesama jenisnya. Lebih dari satu jenis pleco yangseukuran dapat disatukan bersamaan asalkan adanya penambahan tempat persembunyian bagi pleco-pleco tersebut. Leopard frog pleco dapat dipelihara bersama dengan ikan barb berukuran medium, ikan rainbow , dan hampir semua jenis dari ikan tetra , danr asboras
2.2. PERSYARATAN LINGKUNGAN BUDIDAYA
Beberapa pleco tidak terlalu membutuhkan aquarium yang luas, karena badan mereka yang agak kecil, namun aquarium kecil tidak cocok untuk common pleco yang dapat tumbuh besar. Pleco hias cocok untuk berada di aquarium.
aquascape dengan tempat persembunyian yang cukup, seperti kayu, pipa, dan berbagai hiding place yang lain. Memelihara pleco-pleco ini tidak semudahmemelihara common pleco, pleco-pleco ini tetap membutuhkan filterasi danaerasi yang baik agar terus bertahan hidup.Pada ikan sapu sapu jenis zebra pleco, ikan ini bisa dipelihara dalamakuarium secara berkoloni alias bersama-sama. Asal tahu saja, ia termasuk pleco pecinta damai. Akuarium ukuran 100 cm x 50 cm x 50 cm dapat digunakan untukmemelihara sampai 12 ekor
 zebra pleco Sistem filtrasi pun harus diperhatikan.Sehingga kualitas air bisa terjaga dengan baik. Pasalnya zebra pleco menghasilkan kotoran yang lumayan banyak.Walau tak mutlak diperlukan. sebagai penghias, Anda bisa menambahkangravel. Gunakanlah pasir halus dengan testur halus (tak tajam). Bisa berupa batu bulat yang licin. Bisa ditambahkan pula batu besar, batang kayu, tanaman, atau bata ventilasi (rooster ).
2.3. PAKAN
Ikan ini termasuk ikan Omnivora dan termasuk ikan yang pendamaidengan ikan lain, kecuali common pleco yang dapat melukai ikan pendamai yanglainnya. Non hidup : Algae wafer, sisa pakan ikan, ikan mati, mentimun yangditenggelamkan, pellet berkualitas baik seperti tetra bits dan alga wafer. Hidup : Algae, kutu air, infusoria bisa memberinya beberapa pakan “berdaging”, seperti cacing es, sinking  pellet khusus pleco (ikan karnivora), daging udang yang telah dicacah,dan beberapa jenis keong hidup. Ingat, jangan pernah memberikan cacing sutrahidup kepada jenis ikan sapu sapu zebra pleco. Karena walaupun kita sudahmembersihkannya, menu pakan bisa menyebabkan bloating  (kembung).
2.4 Sistem Reproduksi 
reproduksinya, ikan sapu sapu mencapai usia matang kelaminminimal 3 tahun dengan ukuran minimal 8 cm. Mereka berkembangbiak dengansistem koloni. Biasanya satu koloni dihuni oleh beberapa jantan dominan dengan jumlah betina 2 -4 kali lipat jumlah jantan. Koloni paling kecil berjumlah 3 ekordengan jantan 1 ekor dan betina 2 ekor.Sekali bertelur, betina dapat mengeluarkan 7 sampai 15 butir telur saja.Jantan akan mengerami telurnya sampai menetas dan terus menjaga anak-anaknyasampai mereka dapat berenang dan mencari makan sendiri. Sedangkan dari telursampai mencapai ukuran 5 cm diperlukan waktu minimal 6 bulan.Laju reproduksi ikan sapu sapu relatif lambat, karena memang jenis ikanini sangat lambat dalam mencapai kondisi matang kelamin. Selain itu, pertumbuhannya pun terbilang lama. Terutama untuk mencapai postur yanglayak jual. Belum lagi bila berbicara tentang masa reproduksinya yang tergantungmusim dan masih berlangsung secara alami. Dengan kondisi seperti ini, wajar jikakebutuhan akan ikan ini yang masih tinggi (terutama pangsa pasar ekspor), belumdapat diimbangi oleh pasokan para peternak. 
2.5 SISTEM PEMIJAHAN/PEMBENIHAN
Memijahkan pleco (ikan sapu sapu) dapat dikatakan gampang-gampangsusah. Pleco biasa dipelihara dalam akuarium, demikian pula pemijahannya jugadilakukan dalam akuarium. Ketika memijahkan pleco, perlu dilakukan beberapahal, yaitu :
Berpuasa mencegah lemak berlebih agar pemijahan pleco berhasil, induk pleco yang akan dipijahkansebaiknya menjalani pola makan atau diet yang teratur . Diet ini bertujuan agarkebutuhan gizi dan vitamin tercukupi. Diet pleco dapat dilakukan dengan caramengombinasikan pakan dasar pleco dengan berbagai jenis sayuran. Untuk plecohebivora dan limnivora, diet ini tidak akan mempengaruhi pola makan mereka, jenis diet yang diterapkan untuk masing-masing jenis pleco sangat bervariasi,tergantung pada jenisnya.Pleco omnivore tidak membutuhkan terlalu banyak protein dalam dietmereka. Oleh karena itu, 22% diet protein sangat cocok untuk pleco omnivore.Untuk pleco karnivora, diet makanan dapat berupa pakan beku dan pakan hidupyang diberikan bersama pelet atau biasa yang mengandung spirulina.
2.5.1 Penentuan Substrat
 Pemilihan substrat pleco tergantung pada jenis pleco yang akandipijahkan, tetapi secara umum ada tiga jenis substrat dan tempat pemijahan.persamaan dari ketiga jenis tersebut adalah pintu masuk. Pinstu masuksubstrat pleco sebaiknya berbentuk segi empat atau persegi panjang yangukurannya sesuai dengan ukuran sirip dada pleco jantan. Berikut jenis substratuntuk pemijahan.
1. Substrat jenis pertama adalah sebuah gua yang tingginya sama dengan tinggi pleco jantan, panjang 1,5 kali pleco jantan, dan lebar 0,5-1 kali lebar siripdada. Jenis ini sangat cocok untuk pleco yang tidak menyukai cahaya yang berlebihan.

2. Substrat jenis kedua hamper sama dengan jenis pertama, tetapi lebih luas

3. Substrat jenis ketiga adalah substrat yang dibuat oleh pleco itu sendiri.Substrat jenis ini desainnya sangat sederhana. Sebuah gallon susu yangdipotong dengan kedalaman 4 inci, bagian atasnya dibuang, dan bagian bawahnya diisi kerikil akuarium yang kemudian setengah permukannyaditutup dengan batu tulis. Pleco betina yang akan berpijah akan membuatsebuah liang besar pada gallon. Kelemahan teknik ini adalah lamanya waktuyang diperlukan oleh pleco jantan untuk menyadari tempat tersebut. Olehkarena itu ditambahkan sebuah pipa PVC sebagai alternative substrat.
 
 
 2.5 Seleksi Induk
Pemilihan Induk 
 : Pemilihan induk sangat menentukan keberhasilan suatu pemijahan induk yang akan dipijah sebaiknya dipilih induk yang telahdewasa. Membedakan pleco jantan dan betina tidaklah sulit. Pleco jantandewasa memiliki banyak detail pada bagian kepalanya bila dibandingkandengan pleco betina. Kepala pleco betina berbentukbulat dan tidak banyak detailnya.
 
2.5.1 Pengolonian
Satu koloni pleco terdiri atas 1 jantan 2-5 betina. Dari pengolonian tersebut akan diperoleh pasangan induk jantan dan betina.Setelah diperoleh pasangan induk pleco maka diproses pemijahan dapat dilakukan.
 
2.6 Pemijahan
 Pemijahan pleco dilakukan dalam akuarium tersendiri. Di dalamakuarium tersebut harus disediakan substrat yang sesuai dengan jenis pleco.Kondisi air akuarium harus selalu jernih dan bersih. Air akuarium sebaiknyadiganti setiap satu minggu sekali. Biasanya pleco akan berpijah pada minggu pertema mereka dimasukkan ke akuarium pemijahan. Jika hal ini tidak terjadi, proses pemilihan induk dan pemijahan dapat dilakukan lagi setelah 1 bulan.
2.6 SISTEM PEMBESARAN
Ikan Sapu – sapu yang dibesarkan di kolam tanah, biasanya petani hanyamengandalkan pakan alami berupa pemberian pupuk pada kolam sehingga benih akan memakan beragam plankton yang tersedia di kolam tanah tersebut.di aquarium, benih dapat diberi pakan cacing sutera blender. setelah 2 minggu,ikan dapat diberi pakan cacing sutera utuh.
Fasekritis. di habitat aslinya, ikan ini sangat mudah berkembang biak.faktanya, pembudidayaan relatif sulit karena pada fase ikan berumur 0 harisampai 3 minggu masih perlu perhatian khusus
2.7 SISTEM PANEN
Pasca panen yaitu setelah ikan sapu sapu hias mencapai 1 bulan sudahdapat dilakukan pemanenan sekaligus dapat diseleksi atau dipilih. Ikan yang berkwalitas baik dan cupang hasil seleksi dipisahkan dengan ditempatkan kedalam botol-botol tersendiri agar dapat berkembang dengan baik . Setelah usia1,5 sampai 2 bulan ikan sapu sapu hias mulai terlihat keindahannya dan dapatdipasarkan.

BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Beberapa faktor yang penting dalam budidaya ikan sapu sapu adalah pemilihan induk, pemijahan, pembesaran / pembenihan larva dan panen.
3.2 Saran
teruslah berusaha dan tekun dalam budidaya ikan sapu sapu.

DAFTAR PUSTAKA
http://ikanpleco.blogspot.com/2013/07/budidaya-pleco.Diakses pada tanggal 12Desember 2013 pukul 20.00 WITAhttp://udangredcrystalbrushmouthpleco.blogspot.com/2013/01/perawatan-pleco.Diakses pada tanggal 12 Desember 2013 pukul 19.00 WITAhttp://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/56710/C12age_BAB%20II%20Tinjauan%20Pustaka.pdf. Diakses pada tanggal 13 Desember 2013 pukul 08.00 WITAPrihardhyanto A. 1995.
 Beberapa Aspek Biologi Ikan Sapu-sapu (Hypostosmus spdan Hyposarcus pardalis), Suatu Tinjauan Ringkas.
Depok: FakultasMatematika dan IPA, Universitas Indonesia. 17 hal.Yuliansyah, 2012. http://menjadibijak.blogspot.com/2013/02/Mengenal ikansapu sapu yang unik. Diakses pada tanggal 12 Desember 2013 pukul 19.00WITA
Arina 2013. Makalah Buidaya Ikan sapu – sapuu. FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANANJURUSAN PERIKANANUNIVERSITAS HASANUDDIN
 
Advertisements