BAB I PENDAHULUAN

 

1.1.Latar Belakang

Pembenihan adalah salah satu bentuk unit pengembangan budidaya ikan.Pembenihan ini merupakan salah satu titik awal untuk memulai budidaya. Ikan yang akan dibudidayakan harus dapat tumbuh dan berkembang biak agar kontinuitas produksi budidaya dapat berkelanjutan.Untuk dapat menghasilkan benih yang bermutu dalam jumlah yang memadai dan waktu yang tepat mesti diimbangi dengan pengoptimalan penanganan indukdan larva yang dihasilkan melaluipembenihan yang baik dan berkualitas.

Dalam hal pembenihan Pegamatan terhadap aspek aspek biologis spesies ikan merupakan hal yang sangat penting untuk mengetahui tingkah laku dan cara makan ikan tersebut.Ikan memiliki beberapa organ dalam antara lain : otak, insang, mulut, esofagus, jantung, hati, lambung renang, lambung, usus dan anus. Sehingga struktur anatomi mulut erat kaitannya dengan cara mendapatkan makanan. Otak merupakan salah satu organ yang sangat penting fungsinya bagi ikan.Otak terdapat pada susunan saraf pusat. Otak ikan dapat dibagi menjadi lima bagian yaitu telecephalon, diencephalon, mesencephalon, metencephalon dan myelencephalon.

Otak juga tempat menrespektor untuk terciptanya hormone untuk kepentingan reproduksi pada jenis.Ikan lele bersifat noctural, yaitu aktif bergerak mencari makanan pada malam hari.Pada siang hari, ikan lele berdiam diri dan berlindung di tempat-tempat gelap. Di alam ikan lele memijah pada musim penghujan ( Suyanto, 1991). Sehingga pemijahan ikan ini terkendala akanmusim, untuk itu pemenuhan akan bibit ikan lele yang bermutu dan sesuai dengan waktu akansulit terpenuhi.Salah satu cara mengatasi masalah di atas dapat dengan pemijahan buatan pada ikan lele.Pemijahan buatan dapat dengan pemberian hormon. Pemberian hormon ini akan membantufertilisasi ikan tanpa perlu terkendala musim sehingga dapat dipijahkan kapanpun sesuaikeinginan.

1.2 Tujuan

Setelah melakukan praktikum mengenai organ –organ reproduksi mahasiswa diharapkan mampu :

  1. Melakukan pembedahan untuk pengamatan organ – organ reproduksi dan kelenjar hipofisa
  2. Mengetahui organ –organ reproduksi ikan jantan teleostei
  3. Mengetahui organ –organ reproduksi ikan betina teleostei
  4. Mengetahui struktur hipotalamus –hipofisa dan gonad ikan

II TINJAUAN PUSTAKA

Pegamatan terhadap aspek aspek biologis spesies ikan merupakan hal yang sangat penting untuk mengetahui tingkah laku dan cara makan ikan tersebut.Ikan memiliki beberapa organ dalam antara lain : insang, mulut, esofagus, jantung, hati, lambung renang, lambung, usus anus dan terutama otak

 

2.1 Ikan mas

Menurut Djoko Suseno (2000), di Indonesia pertama kali ikan karper berasal dari daratan Eropa dan Tiongkok yang kemudian berkembang menjadi ikan budi daya yang sangat penting.

Sementara itu, menurut R.O Ardiwinata, (1981) ikan karper yang berkembang di Indonesia diduga awalnya berasal dari Tiongkok Selatan.Disebutkan, budi daya ikan karper diketahui sudah berkembang di daerah Galuh (Ciamis) Jawa Barat pada pertengahan abad ke-19.Masyarakat setempat disebutkan sudah menggunakan kakaban – subtrat untuk pelekatan telur ikan karper yang terbuat dari ijuk – pada tahun 1860, sehingga budi daya ikan karper di kolam di Galuh disimpulkan sudah berkembang berpuluh-puluh tahun sebelumnya.

Sedangkan penyebaran ikan karper di daerah Jawa lainnya, dikemukakan terjadi pada permulaan abad ke-20, terutama sesudah terbentuk Jawatan Perikanan Darat dari “Kementrian Pertanian” (Kemakmuran) saat itu. Dari Jawa, ikan karper kemudian dikembangkan ke Bukittinggi (Sumatera Barat) tahun 1892. Berikutnya dikembangkan di Tondano (Minahasa, Sulawesi Utara) tahun 1895, daerah Bali Selatan (Tabanan) tahun 1903, Ende (Flores, NTT) tahun 1932 dan Sulawesi Selatan tahun 1935. Selain itu, pada tahun 1927 atas permintaan Jawatan Perikanan Darat saat itu juga mendatangkan jenis-jenis ikan karper dari Negeri Belanda, yakni jenis Galisia (karper gajah) dan kemudian tahun 1930 didatangkan lagi karper jenis Frankisia (karper kaca). Menurut Djoko Suseno (2000), kedua jenis karper tersebut sangat digemari oleh petani karena rasa dagingnya lebih sedap, padat, durinya sedikit dan pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan ras-ras lokal yang sudah berkembang di Indonesia sebelumnya.

Pada tahun 1974, seperti yang dikemukakan Djoko Suseno (2000), Indonesia mengimpor ikan karper ras Taiwan, ras Jerman dan ras fancy carp masing-masing dari Taiwan, Jerman dan Jepang. Sekitar tahun 1977 Indonesia mengimpor ikan karper ras yamato dan ras koi dari Jepang. Ras-ras ikan karper yang diimpor tersebut dalam perkembangannya ternyata sulit dijaga kemurniannya karena berbaur dengan ras-ras ikan karper yang sudah ada di Indonesia sebelumnya sehingga terjadi persilangan dan membentuk ras-ras baru.Budidaya ikan mas telah berkembang pesat di kolam biasa, di sawah, waduk, sungai air deras, bahkan ada yang dipelihara dalam keramba di perairan umum. Adapun sentra produksi ikan mas adalah: Ciamis, Sukabumi, Tasikmalaya, Bogor,Garut, Bandung, Cianjur, Purwakarta

Dalam ilmu taksonomi hewan, klasifikasi ikan mas adalah sebagai berikut:

Kelas : Osteichthyes

Anak kelas : Actinopterygii

Bangsa : Cypriniformes

Suku : Cyprinidae

Marga : Cyprinus

Jenis : Cyprinus carpio L.

Saat ini ikan mas mempunyai banyak ras atau stain. Perbedaan sifat dan ciri dari ras disebabkan oleh adanya interaksi antara genotipe dan lingkungan kolam, musim dan cara pemeliharaan yang terlihat dari penampilan bentuk fisik, bentuk tubuh dan warnanya.

 

2.2 Ikan nila

?Ikan Nila
Ikan nila betina dari LumajangJawa Timur
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Osteichtyes
Ordo: Perciformes
Famili: Cichlidae
Genus: Oreochromis
Spesies: Oreochromis niloticus
Nama binomial
Oreochromis niloticus
Linnaeus1758

Ikan nila adalah sejenis ikan konsumsi air tawar. Ikan ini diintroduksi dari Afrika, tepatnya Afrika bagian timur, pada tahun 1969, dan kini menjadi ikan peliharaan yang populer di kolam-kolam air tawar di Indonesia sekaligus hama di setiap sungai dan danau Indonesia. Nama ilmiahnya adalah Oreochromis niloticus, dan dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Nile Tilapia.

 

2.3 ikan lele

Lele atau ikan keli, adalah sejenis ikan yang hidup di air tawar.Lele mudah dikenali karena tubuhnya yang licin, agak pipih memanjang, serta memiliki “kumis” yang panjang, yang mencuat dari sekitar bagian mulutnya.

Lele kampung, Clarias batrachus

Klasifikasi ilmiah

Kerajaan     :               Animalia

Filum                            :               Chordata

Kelas                            :               Actinopterygii

Ordo                            :               Siluriformes

Famili                           :               Clariidae

Genus                         :               Clarias

2.4 Hifofisa

GSH itu terdapat dan dihasilkan oleh kelenjar hipofisa atau  disebut juga  kelenjar pituitari. Setiap ikan (juga makhluk bertulang belakang lainnya) mempunyai kelenjar hipofisa yang terletak di bawah otak. Kelenjar hipofisa itu sangat penting fungsinya di dalam proses perkembangbiakan, ukurannya kira-kira hanya sebesar butir kacang hijau bahkan lebih kecil. Beratnya hanya 2 – 3 mg. Kelenjar hipofisa ini menghasilkan hormon GSH sejalan dengan proses kedewasaan kelamin ikannya. Pada ikan yang sudah dewasa hipofisa mengeluarkan GSH lebih banyak dibanding dengan ikan yang belum dewasa benar.

 

 

2.5 Kematangan gonad

Kematangan gonad adalah tahapan tertentu perkembangan gonad sebelum dan

sesudah memijah. Selama proses reproduksi, sebagian energi dipakai untuk

perkembangan gonad. Bobot gonad ikan akan mencapai maksimum sesaat ikan akan

memijah kemudian akan menurun dengan cepat selama proses pemijahan berlangsung

sampai selesai. Menurut Effendie (1997), umumnya pertambahan bobot gonad ikan

betina pada saat stadium matang gonad dapat mencapai 10-25 persen dari bobot tubuh

dan pada ikan jantan 5-10 persen. Lebih lanjut dikemukakan bahwa semakin

rneningkat tingkat kematangan gonad, diameter telur yang ada dalam gonad akan

menjadi semakin besar. Pendapat ini diperkuat oleh Kuo et al. (1974) bahwa

kematangan seksual pada ikan dicirikan oleh perkembangan diameter rata-rata telur dan

melalui distribusi penyebaran ukuran telurnya.

Ikan lele (Clarias batrachus) pertama kali matang kelamin pada umur satu tahun

(Chinabut et al. 1991) dengan ukuran panjang tubuh sekitar 20 cm dan ukuran berat

tubuh 100 sampai 200 gram (Mollah dan Tan 1983; Suyanto 1986). Di Thailand, ikan

lele yang hidup di alam memijah pada musim penghujan dari bulan Mei sampai

Oktober (Chinabut et al. 1991).

Perkembangan sel telur (oosit) diawali dari germ cell yang terdapat dalam

lamela dan membentuk oogonia. Oogonia yang tersebar dalam ovarium

menjalankan suksesi pembelahan mitosis dan ditahan pada “diploten” dari profase

meiosis pertama. Pada stadia, ini oogonia dinyatakan sebagai oosit primer

(Harder 1975). Oosit primer kemudian menjalankan masa tumbuh yang meliputi

dua fase. Pertama adalah fase previtelogenesis, ketika ukuran oosit membesar

akibat pertambahan volume sitoplasma (endogenous vitelogenesis), namun

belum terjadi akumulasi kuning telur. Kedua adalah fase vitelogenesis, ketika

terjadi akumulasi material kuning telur yang disintesis oleh hati, kemudian

dibebaskan ke darah dan dibawa ke dalam oosit secara mikropinositosis (Zohar,

1991; Jalabert dan Zohar, 1982). Peningkatan ukuran indeks gonad somatik atau

perkembangan ovarium disebabkan oleh perkembangan stadia oosit.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

III METEDOLOGI

3.1 Waktu dan Tempat

Praktikum ini dilakasanakan pada hari Rabu,21 Agustus 2013 pada pukul 10.00 WIB di Laboratorium Budidaya perikanan vedca cianjur

3.2 Alat dan Bahan

1.JUDUL PRAKTIKUM

  1. alat
  • Timbangan
  • Penggaris
  • Peralatan Bedah
  • Nampan
  • Tissue
  • Lap
  • Gelas Objek
  • Lup
  • Mikroskop
  1. bahan

sempel calon induk ikan jantan

sempel calon induk ikan betina

 

3.3 .langkah kerja

  1. Siapkan peralatan dan bahan yang akan digunakan
  2. Ukur panjang dan berat masing-masing ikan sempel
  3. Amati cirri-ciri morpologi ( alat kelamin sekunder ikan )pada masing-masing ikan sempel.
  4. Bedah bagian perut ikan secara perlahan dan hati-hati  dari anus kearah sirip perut !
  5. Rengangkan kedua dinding tubuh ikan pada bagian rongga perut sehingga organ terlihat jelas
  6. Uraikan seluruh organ dalam ikan hingga Nampak seluruh bagian organ tampa merusak organ .
  7. Amati dan identifikasi organ-organ yang berperan dalam system reproduksi (gonad,saluran reproduksi hingga genital pore),gunakan bantuan lup atau mikroskop jika diperlukan
  8. Untuk pengamatan struktur hipotalamus-hipofisa lakukan pemotongan kepala ikan dan menyingkap otak ikan sehingga kelenjar hipotalamus-hipofisa terlihat dengan jelas !
  9. Gambarlah /dokumentasikan bagian struktur organ hipotalamus-hipofisa ikan dan bagian –bagian yang berdekatan dengan organ tersebut!
  10. Gambarlah /dokumentasikan bagian jaringan –jaringan /saluran yang berhubungan dengan organ gonad ikan !
  11. Ambil saluran bagian organ,letakan pada cawan petri atau nampan ,buat potongan melintang pada bagian pangkal,tengaha dan ujung gonad.
  12. Amati perbedaan pada masing-masing bagian gonad.
  13. Lakukan kegiatan a-h untuk setiap sempel ikan .

 

 

 

 

 

 

 

 

IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

 

No Gambar Keterangan
1 Organ sekunder ikan jantan (teleostei) Nama : ikan mas

Berat ikan :275 gr

Panjang ikan :24 cm

Cirri –morpologi

Perut ikan mengeluarkan sperma ,kelamin ikan mas mkemerah-merahan.

2 Anatomi ikan jantan /organ primer (teleostei) Nama : ikan mas

Berat ikan :17,94 gr

Panjang ikan :7 cm

Ciri morpologi

Alat kelamin merah dan alat kelamin membulat

3. Organ sekunder ikan betina (teloestei) Nama :  ikan mas

Berat ikan : 225 g

Panjang ikan : 25,7 cm

Ciri morpologi :

-Perut buncit

-alat kelamin memerah

 

4. Anatomi ikan betina /organ primer (teleostei) Nama : ikan mas

Berat gonad : 0,28

Panjang gonad : 5 cm

Ciri morpologi :

Warnanya kemerah merahan.

 

5. Struktur hypothalamus-hipofisa dan gonad Organ  : terletak di bawah otak

ukuran : 1 cm

Ciri ciri : seperti butiran kecil

Fungsi : sebagai rangsangan hrmon LH RH

 

 

6. Anatomi ikan jantan /organ primer (teleostei) Nama : Ikan Lele

Berat Gonad : 0,72 g

Panjang gonad : 4 cm

Ciri morpologi : warnanya putih

 

7 Organ skunder ikan jantan Nama : Ikan Lele

Berat ikan : 250 g

Panjang ikan : 3,3 cm

Ciri morpologi :

-Alat kelamin memerah

– bentuk kelamin membundar

8 Oran skunder ikan jantan (telostei) Nama : ikan nila

Berat ikan : 250 g

Panjang ikan : 21,5 cm

Ciri morpologi :

–          Pangkal ujung kelamin memerah

 

9 Orang skunder ikan betina (telostei) Nama : ikan nila

Berat ikan : 21,5 g

Panjang ikan : 200 g

Ciri morpologi :

-perut membuncit

– alat kelamin memerah

 

10 Anatomi ikan jantan / organ primer (teloestei) Nama : Ikan Nila

Berat Gonad : 0,60 g

Panjang gonad : 7 cm

Ciri morpologi :

–          Warnanya merah kehitaman – hitaman

 

11. Anatomi ikan betina / organ primer (teloestei) Nama : Ikan Nila

Berat Gonad :

Panjang gonad :

Ciri morpologi :

-bentuk sedikit memanjang

– berwarna kemerah merahan

 

 

Struktur hifofisa dan                                    Struktur hifofisa dan                        Struktur hifofisa dan

Hypothalamus                                   hypothalamus                        hypothalamus

Ikn mas                                               ikan lele                                  ikan nila

 

 

Gonad ikan lele dan nila                   gonad ikan mas

 

4.2 Pembahasan

Hipofisa adalah suatu kelenjar endokrin yang terletak dalam sella tursika, yaitu lekukan dalam tulang stenoid. Menurut Hoar (1957), hipofisa terdiri dari dua kelenjar hipofisa yaitu neuron dan adenohypofisa yang merupakan bagian terbesar dari kelenjar danmemiliki tiga ruangan yaitu proximal pars distalis, rostal pars distalis, dan pars intermediaHipofisa terletak pada bagian bawah otak dan menghasilkan hormon GnRH, ACTH, TSH,FSH, LH, STH, MSH, Prolaktin, Vasopresin, dan Oksitosin. Secara umum, hormon tersebut berfungsi mengatur pertumbuhan, perkembangan, metabolisme, reproduksi,tingkah laku, dan homeostatis. Menurut Susanto, (2001) metode hipofisasi adalah usahauntuk memproduksi benih dengan menggunakan bantuan kelenjar hipofisa dari ikan donor yang menghasilkan hormon yang merangsang pemijahan seperti gonadotropin.

Praktikum ini diawali dengan cara menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. Setelah itu disiapkan ikan donor.Ikan donor merupakan ikan yang nantinya diambil kelenjar hipofisanya dan didonorkan pada ikan resipien. Ikan mas bisa di jadikan donor.

Dari ketiga gonad ikaan nila, mas, dan lele pada gonad lele gonadnya berbentuk spiral seperti benang yang kusut.Gonad ikan nila lurus panjang dan lebarnya pendek.Ketiga gonad tersebut menghasilkan sperma untuk pembuahan pada sel telur betina tersebut.pada gonad betina hampir sama hanya saja kapasitas telurnya yang berbeda.

Hifofisa semua ikan sama berwarna putih susu dan terletak pada dibawah otak hanya saja yang berbeda hanya kedalaman pada hifofisa tersebut.  fungsi dari hifofisa tersebut sebagai menghasilkan hormon GnRH, ACTH, TSH,FSH, LH, STH, MSH, Prolaktin, Vasopresin, dan Oksitosin. Seperti pendapat Menurut Hoar (1957), hipofisa terdiri dari dua kelenjar hipofisa yaitu neuron dan adenohypofisa yang merupakan bagian terbesar dari kelenjar danmemiliki tiga ruangan yaitu proximal pars distalis, rostal pars distalis, dan pars intermediaHipofisa terletak pada bagian bawah otak dan menghasilkan hormon GnRH, ACTH, TSH,FSH, LH, STH, MSH, Prolaktin, Vasopresin, dan Oksitosin. Secara umum, hormon tersebut berfungsi mengatur pertumbuhan, perkembangan, metabolisme, reproduksi,tingkah laku, dan homeostatis.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

V KESIMPULAN DAN SARAN

 

5.1 Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa setiap gonad pada ikan tertentu yang memiliki perbedaan gonad mencirikan bagaimana sperma ikan keluar , musim pemijahan dan kapasitas dari banyaknya telur pada ikan tersebut. dan hifofisa hampit tidak ada perbedaan hanya perbedaan pada kedalaman hifofissa tersebut.

5.2 Saran

Dalam penggunaan pemijaan buatan sebaiknya menggunakn hifofisa mas dikarenaakan lebih mudah menggambilnya dikarenakan tulang kepanya ikaan mas tidak keras dan kedalamannya pun tidak dalam dari atas kepala ikan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TINJAUAN PUSTAKA

 

Sumantadinata, K.1981. “Perkembangbiakan Ikan–Ikan Pelihara Indonesia”. Fakultas Perikanan : Bogor.

Susanto, H. 2001. “Teknik Kawin Suntik Ikan Ekonomis”. Penebar Swadaya : Jakarta

Hoar , W. S. 1957. “The Endocryne Organs”. Academic Press : New York.

http://id.wikipedia.org/wiki/Ikan_nila

http://id.wikipedia.org/wiki/Ikan_lele

http://id.wikipedia.org/wiki/Ikan_mas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements