Waktu terus belalu serta banyak orang – orang yang bermunculan yang baru juga menjadikan hidup dan lingkungan yang baru. ketika semua itu terbentuk dengan sendirinya banyak hal yang menjadi jati diri yang baru. dalam masalah kebersamaan atau mempunyai pasangan saya berkotmitmen bahwa pacaran itu bukan solusi untuk berkehidupan yang baik atau bahagia terkadang orang bilang bahwa berpacaran itu saling mengenal satu dengan yang lain untuk menuju jenjang pernikahan, berpacarannya pun bisa mencapai bertahun tahun terkadang hingga putus setelah bertahun tahun. ada dibenak saya berpikir bahwa pacaran itu menjaga agar pasangan kita tidak tersentuh olah siapa pun dikarenakan dia selalu bersama kita sampai menikah.

Semua berubah ketika mengenal sosok seorang wanita yang tidak dikenal. seorang teman memberi no handphone , awalnya tidak ada niataan untuk menghubunginya akan tetapi rasa penasaran punn terus menghantui. hari selanjutnya pun langsung menghubungi nomer yang diberikan oleh teman. nomer tersebut pun aktif dihubungi dan dia pun membalas dan dia teryata seorang wanita. awalnya dia tidak mengakui nama yang sebenarnya, kami pun berhunugan terus. adapun rasa bersalah dari dia karen memakai nama yang tidak sebenarnya lantas membuat mungkin dia mengatakan nama aslinya tersebut. teryata begitu menyebutkan nama aslinya. orang tersebut tidak jauh adalah orang yang tidak jauh dari kehidupan dan sering bertemu akan tetapi tidak pernah dibenak memperhatikannya.

Semua berubah ketika dia menyebutkan namanya setiap hari aku memngamatinya, dibenak memikirkan apa maksudnya teman saya meberikan nomer orang itu. wanita itu begitu cantik dan tidak ada dibenakku untuk mendekati atau menjadi pasangannya dikarenakan begitu cantiknya orang itu, begitu minder untuk mendekati atau menjadi pasangannya. ketika terus berhungungan dengannya teraya dia mengajarkan bahwa jika anda menyukai seseorang bukan pacaran akan tetapi jahuilah. karena disitu wanita yang baik hanya untuk pria yang baik. disitu lah kotmitmen itu tumbuh. ketika mapan akan menghubunginya ke orang tuanya.

Kesalahan yang mungin tidak terlupakan adalah ketika menyatakan hal itu perasaan dan seharusnya tidak boleh menyatakan hal itu. serentak mungkin dia kaget, dan ketika itu langsung mencoba untuk menstabilkan suasana, untuk mencegah dia menghindar atau malah membenci.  ketika tahun ke tahun terus berpisah dan hampir tidak bertatap muka hanya saja saling melihat di dunia maya atau mungkin diri dia tidak sama sekali mengecek sebaliknya pada diriku.

Tidak ada sama sekali tanda – tanda bahwa dia mempunyai hal yang sama pada diriku, hal itu tidak membuat luntur. berkotmitmen bahwa jika menyukai seseorang temui orang tuanya bukan mempacarinya dan ketika mapan nanti langsung saja ke orang tuanya. soal gagal atau berhasil itu biasa. walaupun di mensos terus menampik bahwa tidak ada yang menyinggung tentang perasaannya kepada seseorang malah tidak ada harapan padaku, itu tidak menyurutkan kotmitmenku.