Kepiting bakau mempunyai beberapa spesies antara lain Scylla serrata, Scylla transquebarica, dan Scylla oceanica (Kanna 2002). Menurut Kasry (1991) kepiting bakau diklasifikasikan sebagai berikut. :

Filum              : Arthropoda

Kelas              : Crustacea

Ordo               : Decapoda

Subordo          : Branchyura

Famili             : Portunidae

Sub Famili      : Lipulinae

Genus             : Scylla

Spesies            : Scylla serrata

Kepiting bakau tergolong kelas Krustasea dan ordo Dekapoda, dengan ditandai oleh adanya 5 pasang kaki. Pasangan kaki pertama disebut capit yang berperan sebagai alat pemegang/penangkap makanan, pasangan kaki kelima berbentuk seperti kipas (pipih) dan berfungsi sebagai kaki renang, dan pasangan kaki lainnya berfungsi sebagai kaki jalan (Kordi 2012). Kemudian menurut Lembaga Oceanologi Nasional (1973) kepiting bakau merupakan salah satu jenis dari sub ordo Branchyura, yang memiliki bentuk melebar melintang, serta bagian 6 perutnya tidak terlihat karena melipat ke dadanya, tidak ada duri ekor dan daun ekor, adapun kepiting jantan memiliki bentuk perut sempit dan meruncing ke depan sedang betina melebar dan setengah lonjong, banyak ditemukan di tambak ikan dekat pantai, hidup dalam lubang-lubang atau terdapat pada pantai-pantai yang ditumbuhi pohon mangrove, dan memiliki warna hijau kotor.

Genus Scylla ditandai oleh bentuk karapas yang oval dengan bagian depan yang memiliki 9 duri pada pada sisi kanan dan kiri, serta 6 duri di antara kedua matanya (Kordi 2012). Kedua matanya menempel di tepi bagian depan karapas yang juga dilengkapi dengan tangkai, sehingga kedua matanya dapat digerak- gerakkan  lebih  leluasa.  Jika  ada  gangguan  dari  luar,  sebagai  perlindungan matanya ditempelkan rapat-rapat ke kelopaknya, serta di antara kedua matanya ini terletak mulutnya (Soim 1994). Panjang karapasnya kurang lebih dua pertiga dari lebarnya, permukaan karapasnya hampir semuanya licin kecuali pada beberapa lekuk berbintik kasar (Kordi 2012).

Kepiting bakau  jantan dewasa memiliki ukuran capit  yang lebih  besar daripada betina untuk umur dan ukuran tubuh yang sama (Kordi 2012). Namun, pada   kepiting   betina   atau   kepiting   jantan   muda   capitnya   lebih   pendek (Soim 1994). Jika dalam keadaan normal capit kanan lebih besar dari capit kiri dengan warna kemerahan pada masing-masing ujung capit (Kasry 1991).

Kepiting bakau jantan memiliki abdomen yang berbentuk agak lancip menyerupai segitiga sama kaki, sedangkan kepiting bakau betina dewasa memiliki abdomen yang agak membundar dan melebar (Kordi 2012). Membedakan jenis kelamin juga dapat dilakukan dengan membandingkan pertumbuhan berat capit terhadap berat tubuh. Kepiting jantan dan betina yang lebar karapasnya 3-10 cm berat capitnya sekitar 22% dari berat tubuh, setelah ukuran karapasnya mencapai 10-15  cm,  capit  kepiting jantan  menjadi  lebih  berat  yakni  30-35%  dari  berat tubuh, sementara capit betina tetap sama 22% (Soim 1994).

Advertisements