BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Ikan giru atau ikan badut adalah ikan dari anak suku Amphiprioninae dalam suku Pomacentridae. Sekitar dua puluh delapan spesies dikenali, salah satunya adalah genus Premnas, sementara sisanya dalam genus Amphiprion. Di alam bebas mereka bersimbiosis dengan anemon laut. Ikan giru berwarna kuning, jingga, kemerahan atau kehitaman. Spesies terbesar mencapai panjang 18 cm, sementara yang terkecil hanya mencapai 10 cm.

Ciri khas yang paling menarik dari ikan ini, yang badannya dihiasi dengan warna-warna cemerlang, adalah tempat hidupnya yang telah Allah pilihkan. Ikan badut hidup di cabang-cabang karang yang mirip pohon yang disebut sebagai ”anemon laut”. Ada kapsul-kapsul beracun pada cabang-cabang anemon laut yang akan membuat ikan yang menyentuhnya terluka atau mati. Namun Ikan badut tidak pernah terluka oleh anemon laut ini. Bahkan mereka bersembunyi di balik cabang-cabang tersebut yang membuatnya aman dari pemangsa. Ada cairan yang khusus di badan ikan badut ini yang melindunginya dari ‘gigitan’ kapsul anemon laut.idakkah ini menakjubkan? Tidak seperti ikan-ikan lainnya, ikan ini mengeluarkan cairan yang melindunginya dari racun di sekitar tempat hidupnya. Bagaikan tahu bahwa anemon laut ini tidak membahayakannya, saat berada dalam bahaya, ia secara cepat bersembunyi di antara kapsul-kapsul beracun tersebut. Bagaimana mereka mengetahui bahwa ikan yang lainnya tidak dapat mendekatinya atau ikan yang lain tersebut tidak mempunyai cairan seperti yang dipunyainya? Tidak diragukan lagi, tidaklah otak maupun kemampuan ikan kecil itu yang dapat memberinya pengetahuan ini. Ada kekuatan yang telah mengajarinya, yakni Allah, pencipta langit dan bumi dan semua yang berada di antara keduanya.Indah, lucu, cantik dan ternyata ikan ini cukup berharga juga bagi penikmat ikan hias laut. Dijual dari nelayan penangkap hingga ke konsumen yang berada di luar negeri.

Bahkan ikan ini cukup menjanjikan juga bagi peningkatan perekonomian masyarakat. Clownfish atau ikan Nemo adalah ikan hias air laut yang mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi. Banyak orang memeliharanya sebagai ikan hias di akuarium. Beberapa alasan sehingga ikan ini diminati sebagai pajangan di akuarium, adalah karena keindahan warna tubuhnya yaitu orange cerah dengan kombinasi hiasan 3 garis putih pada bagian kepala, badan dan pangkal ekor, gerakan yang lincah, memiliki postur tubuh mungil dan tidak ganas. Besarnya permintaan pasar yang mengandalkan tangkapan alam tidak diimbangi oleh hasil budidaya, sehingga terjadi eksploitasi yang tidak terkendali dan menyebabkan clownfish dikategorikan sebagai biota yang dilindungi. Untuk itulah, untuk menjaga populasinya, kegiatan budidaya Clownfish sangatlah diperlukan.

1.2 Tujuan
Mengetahui Budidaya Clowfish atau ikan badut
menambah informasi tentang ikan baru


BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Ikan Clownfish
Nama Ilmiah: Amphiprion percula
Nama lain : ikan badut (clownfish), ikan anemon (anemone fish), ikan nemo
Ukuran: 3 – 4 inci (10 cm)
Harapan hidup: 3 – 6 tahun
Class: Actinopterygii
Order: Perciformes
Family: Pomacentridae

2.2 Habitat
Ikan badut merupakan ikan karang tropis yang hidup di perairan hangat pada daerah terumbu dengan kedalaman kurang dari 50 meter dan berair jernih. Dengan daerah penyebaran di Samudera Pasifik (Fiji), Laut Merah, Samudra Hindia (Indonesia, Malaysia, Thailand, Maladewa, Burma), dan Great Barrier Reef Australia.

2.3 Makanan
Ikan badut merupakan ikan omnivore (pemakan hewan dan tumbuhan), jadi selain invertebrata kecil (crustacea & parasit yang melekat pada tubuh anemon), alga juga diketahui memenuhi 20 – 25% kebutuhan nutrisinya.

2.4 Simbiosis Mutualisme
Ikan badut & anemon hidup berdampingan & saling menguntungkan.

simbiosis mutualismeSimbiosis mutualisme Amphiprion percula dengan Heteractis magnifica

” data-medium-file=”https://adearisandi.files.wordpress.com/2012/01/simbiosis-mutualisme.jpg?w=300&h=199″ data-large-file=”https://adearisandi.files.wordpress.com/2012/01/simbiosis-mutualisme.jpg?w=506″ />

Anemon akan melindungi ikan badut dan ikan badut akan menangkal ikan kupu-kupu (Butterfly Fish) yang suka memakan anemon. Ikan badut juga akan memakan invertebrata kecil yang melekat di tentakel anemon yang membahayakan anemon (parasit) dan membantu membersihkan anemon dari kotoran seperti pasir dsb. Di sisi lain kotoran dari ikan badut memberikan nutrisi untuk anemon. anemon memiliki sengatan beracun yang hanya dapat ditahan oleh ikan badut. Mekanisme tersebut dapat terjadi karena lapisan lendir pada ikan badut (berbahan dasar gula). Hal ini akan menjadikan anemon tidak mengenali ikan badut sebagai musuh sehingga anemon tidak menyengat ikan badut. Ikan badut akan membela mati-matian anemon tempat mereka tinggal, ikan badut tidak pernah menyimpang lebih jauh dari 30 cm/lebih dari inangnya seumur hidup mereka.

Anemon yang biasa menjadi inang clownfish

  • Bubble Tip Anemone (Entacmaea quadricolor)
  • Magnificent Sea Anemone (Heteractis magnifica)
  • Giant Carpet Anemone (Stichodactyla gigantea)
  • Saddle Carpet Anemone (Stichodactyla haddoni)
  • Marten’s Carpet Sea Anemone (Stichodactyla mertensii)
  • Sebae anemone (Heteractis crispa)

2.5 Penjodohan

Setelah itu, adalah kegiatan penjodohan. Kegiatan penjodohan dilakukan bila calon induk telah berukuran lebih dari 4 cm. Wadah yang digunakan untuk penjodohan sebaiknya dari bahan kaca, untuk mempermudah pengamatan dan seleksi calon induk. Agar tercipta kondisi nyaman dan memicu terbentuknya pasangan baru, di dalam akuarium ditempatkan anemon laut (Radianthus ritterri). Kemudian, setelah mendapatkan jodoh yang sesuai, diadakan pemijahan. Sebelum pemijahan, induk jantan melakukan pembersihan substrat, melakukan gerakan berayun-ayun didepan betina dan tarian patah-patah mengitari betina. Selanjutnya bila tiba saat memijah, kedua induk akan lebih aktif melakukan pembersihan subtrat untuk tempat menempelkan telur.

2.6 Pemijahan

Proses pemijahan berlangsung antara pukul 12.00 dan 14.00 dan pembuahan secara eksternal. Kedua, induk melaku-kan penataan posisi telur sehingga menjadi rapi, selanjutnya aktif melakukan pembersihan dan perawatan telur, dengan mengibaskan ekor dan menyemprotkan air melalui mulut disekitar telur. Masa pengeraman telur 9 ñ 10 hari. Induk akan memijah kembali 1 dan 2 hari setelah telur menetas.

Setelah pemijahan kita dapat memanen larva tersebut. Telur biasanya menetas pada pagi hari (05.00 ñ 08.00). Panen larva dilakukan pada pukul 08.00 ñ 10.00. Larva dapat dipanen dengan serok lembut, setelah terkumpul didalam serok, kemudian dipindahkan bersama air media dengan gelas.

Jumlah larva yang dihasilkan oleh sepasang induk Clownfish dalam satu periode pemijahan berkisar 90 ñ 350 ekor. Wadah pemeliharaan larva yang dianjurkan adalah bak semen, fiberglass atau akuarium. Pakan awal larva adalah Brachionus, selanjutnya dapat diberi kopepoda, nauplii artemia dan Diaphanosoma. Pergantian air dilakukan pada hari ke-5 atau bila diperlukan.

2.7 Pertumbuhan

Yang terakhir adalah proses pertumbuhan. Pertumbuhan clownfish tergolong lambat bila dibandingkan dengan ikan konsumsi, tetapi hal ini sesuai dengan ukuran ikan dewasa atau induk yang panjangnya hanya mencapai 7 – 8 cm. dari stadia larva sampai mencapai ukuran dewasa/induk memerlukan waktu 7-8 bulan.
Yang terpenting harus diperhatikan dalam budidaya ikan badut ini adalah pengelolaan kualitas air. Pengelolaan kualitas air tidak jauh berbeda dengan pemeliharaan ikan pada umumnya, diperlukan penyiponan kotoran dan sisa pakan didasar wadah. Pergantian air minimal 1 kali sehari, sekitar 20 dan 50 % atau bila diperlukan. Hal tersebut dilakukan untuk mempertahankan kualitas air optimal dan tetap jernih.
Ikan badut mempunyai pangsa pasar luas dan nilai ekonomi cukup tinggi. Dapat dibudidayakan secara sederhana, mulai dari skala kecil (rumah tangga) sampai skala besar.


BAB 3 PENUTUP


Disusun dari beberapa sumber :adearisandi.wordpress.com

http://world-aquaculture.blogspot.co.id/

Advertisements