Pengertian Diferensiasi Kelamin Ikan

  • Pembuat jenis ikan kelamin pd ikan nila, mas dan ikan lainya dpt dilakukan dengan pengubahan kelamin, atau dikenal dengan istilah difernsiasi kelamin.
  • Menurut yatim (1980), diferensiasi kelamin adalah perubahan jenis kelamin dari betina kejantan atau dari jantan kebetina yg disebabkan oleh faktor lingkungaan, dimana perubahan ini hanya trjdi pda karakter kelaminnya saja.

D’Ancona dan Yamamoto dalam brusle dan Brusle (1983) di bagi menjadi dua :

  • DeferensiasiLangsung umumnya trjdi pd ikan” gonochorisme. Pada prosses ini sudah trdpt sel benih jantan dan betina sebelum terjadi D gonad.
  • Sedangkan deferensiasi tdk langsung umumnya trjdi pda ikan” hermaptodit, sprti belut (Fluta alba) Di awal, ikan” hermaprodit berkelamin betina, kemudian 50% berubah menjadi jantan (Brusle dan Brusle, 1983)

Menurut D’Ancona dan Yamamoto dalam brusle dan Brusle (1983) menyebutkan bahwa

  • Didalam tubuh Ikan

Pada awal pembentukan gonad trdpt sepasang somotic, yaitu cortex dan modulla yg sngt brpran pnting dlm pembentukan kelamin jantan dan betina, sehingga prubahan jenis kelamin pd ikan merupakan pengaruh rangsangan cortx dan modulla yg akan menghasilkan gynogenin atau androgenin.

  • Pd umumnya phenotip jenis kelamin ikan sesuai dgn genotipnya, tetapi dapat trjdi peyimpangan.
  1. Penyimbangan ini dipengaruhi oleh fktor” ekternal, (yaitu suhu dan salinitas) Suhu 260C bnyak gonad ikan Rivulus yg berkembang menjadi ovotestis, tetapi pda suhu 100C menjadi testis. Pd Anguilla yg hidup do salinitas tinggi, bnyk dijumpai jantan.
    Sedangkan pd salinitas rendah betina lebih domain (Colombo Rossi dlm brusle dan Brusle 1983)
  2. Penggunaan hormone steroid (Brusle dan brusle 1983).
    Penggunaan steroid sintesis pda ikan untk mengubah kelamin akan berhasil apabila diberikan pada masa diferensiasi gonad (Nakamura dan Takashi dalam Moachintosh, Vergeshe dan satyanaryana Rov, 1984). Masa diferensiasi gonad ikan berbeda” untk setiap jenis ikan. Biasa terjadi selama brlangsungnya proses penetasan, bisa juga terjdi saat larva.

Yamazaki (1983), menyatakan bahwa

  1. Pemberian hormone akan efektif apabila diberikan pada ikan mulai makan. Frekwensi jantan seringkali relative tinggi jika diberikan setelah 1-2 minggu darri mulai makan.

Pengertian Sex Reversal Pada Ikan

  • Suatu teknologi yg membalikan arah perkembangan kelamin jadi berlawanan.
  • Aplikasi teknologi ini diarahkan pda perubahan perkembangan gonad ikan dri berkelamin menjadi betina dan sebaliknya.
  • Aplikasi teknologi sex versal dapat merubah fenotip ikan tetapi genotipnya tidak berubah.

Perbedaan Sex Versal dan Hermaprodit

  • Sex reversal: perubahan gonad dipaksakan atau dibelakkan mnjdi maskulinisasi atau ferminisasi sedangkan
  • Hormaprodit : setelah melewati rentangan waktu tertentu perubahan gonad secara alami menjadi kelamin yang berlwanan
  • R : Hormon digunakan untuk merubah fenotipe ikan sedangkan
  • H: Hormon untuk mempercepat proses perubahan tersebut

Tujuan Teknik Sex Versal

  • Tujuan Teknik Sex Versal : Menghasilkan populasi monoseks (tunggal kelamin)
  • Manfaat Penerapan Teknologi Sex Versal
  1. Mendaptkan ikan dgn pertumbuhan cpt
  2. Mencegah pemijahan liar
  3. Mendaptkan penampilan yg baik
  4. Menunjang ikan (yakni pemurnian ras ikan)

Secara alami, gonat ikan menghasilkan jenis ateroid (kelompok lemak):
Testosteron dan estradiol-17 B (pada ikan Betina)
Testosteron dan 11-ketotesteron (pada ikan Jantan)

  • Hormon Estrogen

Terdapat jumlh bnyak pda ikan betina

Sumber estrogen : Hewan, tepung, ikan, tumbuhan yg menghasilkan fitoestrogen, estradiol- 17 B(simbol), esteron, estriol, dan ethynil estradiol

  • Hormon Androgen

Terdapat dlm jumlh bnyak pd ikan jantan terutama (11-ketotesteron)

Sumber androgen: testosteron dan 11-ketotestosteron, 17a(simbol)-metiltestosteron

 

Faktor Penentuan Keberhasilan

  1. Metode Pemberian
  2. Dosis
  3. Daya tahan steroid dalam tubuh
  4. Kondisi lingkungan
  5. Lama perlakuan
  6. Jenis hormon
  7. Saat perlakuan

 

Efektitifitas Metode Pemberian

  1. Metode Perendaman (deeping/bathing) : Hormon akan masuk kedalam tubuh melalui bebrapa tembat pertukaran seprti insang. Kulit dan gurat sisi, sehingga tdk semua hormon masuk ke dlm tubuh ikan. Hormon yg digunakan relatif lbh bnyak.
  2. Metode pakan (Oral) : Hormon trlbih dahulu akan memasukan saluran pencernaan kemudian baru diserap oleh tubuh, ada kemungkinan hormon kurang relatf karena adanya pengaruh enzim pencernaan dan perlu menyesuaikan bukaan mulut ikan dgn ukuran pakan yang diberikan.
  3. Metode Penyuntikan (Induced) : hormon dpt lngsug masuk kedlm tubuh ikan sesuai dgn dosis yg ditentukan sehinggan hormon dpt lngsung bekrja, namun metode memerlukan ketrampilan khusus dan hanya dpt diterapkan pada ikan” tertentu dan membutuhkan waktu yang relatif lebih lama pada pelaksanaannya.

 

PENERAPAN SEX VERSAL
Didasrkan pada efektifitas, efisiensi, kemudian polusi dan biaya.

  1. Metode Oral (melalui mulut)
  • Pakan Buatan
  • Tahap ::
  1. Hormon steroid dilarutkan dalam perut polar (mis; alkhol)

 

 

Advertisements